Unduh Aplikasi

PENJELASAN AMRU TERKAIT PERTEMUAN DENGAN YAHDI HASAN

Bupati Amru: Aspirasi Masyarakat Tidak Dapat Dibendung 

Bupati Amru: Aspirasi Masyarakat Tidak Dapat Dibendung 
Foto: Ist

GAYO LUES - Anggota DPR Aceh asal Gayo Lues, Yahdi Hasan mengatakan bahwa Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru meminta maaf kepada ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem. 

Permintaan maaf Amru menurut Yahdi karena Mualem menegur Amru atas sikapnya yang terlibat mengaungkan kembali pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA), padahal Amru merupakan kader, bahkan pengurus pusat Partai Aceh.

Hari ini, Minggu (27/9), menjelang sholat magrib, Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru menghubungi AJNN untuk mengklarifikasi terkait berita permintaan maafnya kepada Mualem. Kepada AJNN Amru mengungkapkan bahwa pertemuan antara dirinya dan Yahdi Hasan memang benar terjadi.

Baca: Enam Kepala Daerah Sudah Komit Pembentukan Provinsi ALA

Dalam pertemuan tersebut, kata Amru, Yahdi memperlihatkan link berita di salah satu media siber yang memuat tentang teguran Mualem kepada dirinya. Amru mengatakan kalau dirinya dan Yahdi sering bertemu dan bersilahturahmi sebelumnya.

"Saat bertemu saya, Yahdi menyampaikan link berita salah satu media siber tentang teguran dari Mualem dan menunjukkan link berita tersebut kepada saya. Dia sendiri mengaku belum (tidak) pernah bertemu langsung dengan Mualem," ujar Amru kepada AJNN melalui sambungan telepon dari Gayo Lues.

Dalam pertemuan itu, Yahdi meminta izin kepadanya untuk menuliskan berita terkait isu ALA.

"Yahdi bilang kurang pas kali ini. Supaya situasi kondusif saya buat berita boleh. Kemudian saya jawab boleh - boleh saja tidak masalah, tapi jangan tendensius, itu saja," ujar Amru. 

Kepada AJNN, Amru menjelaskan kalaupun ditegur dirinya akan minta maaf. Menurut Amru barangkali Mualem menegur dia karena apa yang dirinya sampaikan tidak sesuai dengan harapan Mualem sebagai pimpinan Partai Aceh dan dirinya sebagai kader.

"Saya ditegur, kata Yahdi, ya.. kalau ditegur kita minta maaf. Barangkali apa yang kita sampaikan tidak sesuai dengan harapan beliau. Setelah itu saya dan Yahdi Hasan bercerita tentang hal lain. Dia (Yahdi Hasan) sering datang menemui saya untuk silahturahmi," ujar Amru. 

Baca: Yahdi Hasan: Pernyataan Maaf Amru Tidak Terkait dengan Sikapnya sebagai Inisiator ALA

Terkait wacana pemekaran Provinsi ALA, Amru mengatakan bahwa aspirasi masyarakat sangat sulit untuk dibendung dan perlu terus disuarakan. Masalah nanti didengar atau tidak itu keputusannya di Pemerintah pusat.

Saat ditanya apakah akan terus memperjuangkan Provinsi ALA, Amru mengaku tidak mempunyai kekuasaan untuk membendung hal itu. 

"Saya tidak akan menutup diri dan akan terus membangun komunikasi dengan semua tokoh pejuang Provinsi ALA. Kalau untuk kebaikan kenapa harus menutup diri," ujar pria yang juga pernah menjadi anggota DPR Aceh tersebut.

Komentar

Loading...