Unduh Aplikasi

AMP2J Minta Bupati Pijay Tangguhkan SK Penerima Rumah Bantuan Gempa

AMP2J Minta Bupati Pijay Tangguhkan SK Penerima Rumah Bantuan Gempa
M Rissan

PIDIE JAYA - Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Pidie Jaya (AMP2J) menilai hasil validasi data rumah yang rusak akibat gempa 7 Desember 2016 belum tepat sasaran. Dari itu, AMP2J meminta kepada Bupati Pidie Jaya untuk menangguh SK penerima rumah bantuan gempa.

"Karena banyak data validasi yang belum tepat sasaran, maka kami akan membentuk tim  Rela dan Ikhlas (RI) untuk mencari data nyata  korban gempa Pidie Jaya," kata Ketua AMP2J, M Rissan kepada AJNN, Selasa (23/1).

Dijelaskannya, tim RI akan disebarkan ke setiap gampong yang terkena dampak bencana akhir tahun 2016 lalu itu. 

Pembentukan tim RI, lanjutnya, hal itu bukan tidak percaya kepada Pemerintah Pidie Jaya maupun Konsultan Pendamping yang khusus menangani validasi data rumah rusak tersebut. Namun itu lebih kepada bentuk kekecewaan masyarakat Pidie Jaya, yang mana sudah satu tahun lebih data korban gempa juga belum akurat.

"Satu tahun lebih sudah berlalu gempa Pidie Jaya, masak datanya belum akurat jga. Ditambah lagi ada data masyarakat yang sudah terverifikasi , tapi bisa hilang ketika divalidasi," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Bang Brewok itu juga meminta masyarakat yang terkenak dampak bencana, tetapi namanya tidak dicantumkan dalam data validasi untuk melapor ke AMP2J. Hal itu apabila tim validasi tidak mengubris laporan masyarakat.

"Bila mana ada masyarakat yang benar-benar terkenak dampak bencana tidak mendapatkan bantuan rumah. Maka AMP2J siap untuk memfasilitasi. Dan bila perlu penggerakan massa akan kita lakukan," tegasnya

Ia juga meminta kepada Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas untuk tidak langsung meng-SK-kan hasil validasi tersebut. Karena data tersebut menurutnya masih belum tepat sasaran.

"Apabila datanya belum valid, maka SK nya harus ditangguhkan," pintanya.

Komentar

Loading...