Unduh Aplikasi

AMP di PIJAY ilegal, Dewan minta pemkab hentikan operasionalnya.

PIDIE JAYA-Tiga Perusahaan Aspal Mixing Plant (AMP) yang beroperasi di kabupaten Pidie Jaya semuanya tidak meliki izin dari pemerintah daerah setempat alias ilegal. Dengan keberadaan AMP ilegal tersebut telah menyebabkan kerugian besar bagi daerah.

"Kita tidak punya data mengenai berapa jumlah AMP yang ada di Pidie Jaya, kerena tidak ada AMP yang memiliki Izin. Coba tanyakan ke Kabag Ekonomi Sekdakap Pidie Jaya yang memiliki data," Kata M. Jamil, Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) Pidie Jaya kepada AJNN, Kamis (9/10).

Hal yang sama juga di sampaikan Kabag Ekonomi Sekdakab Pidie Jaya, Jami'an menjawab AJNN terkait AMP yang beroperasi di Pidie Jaya, dia juga tidak memiliki data yang valid tentang AMP dan kembali meminta AJNN untuk menayakan ke kantor KP2TSP. Hal ini terkesen kedua pejabat daerah tersebut seperti lepas tangan dengan masalah AMP di Pidie Jaya.

Akan tetapi Ir. Hasan Basri, ketua Fraksi PAN Memiliki pandanga yang berbeda dengan dua pejabat daerah tadi. Menurut Hasan, semua Qanun (Perda_red) yang menyangkut dengan perizinan dan  PAD telah di sahkan oleh  DPRK priode lalu, Baik AMP, Galian C, Reklame dan lain lain, untuk itu dia meminta pemkab serius mengejar PAD.

"Di Pidie Jaya ada tiga unit AMP, yaiti AMP Paru, AMP Pangwa dan AMP Blang Awe, semua AMP itu tidak berizin. Dan sampai dengan sekarang tidak ada upaya pemda ke arah itu," kata Hasan Basri.

Dikatakannya, AMP yang tidak mengantongi izi dari pemkab adalah ilegal dan otomatis mereka tidak akan pernah  menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke kas daerah. Selain itu juga perusahaan AMP dapat menimbulkan efek yang luar biasa buruk lingkungan dan kesehatan masyarakat yang lokasi  aktivitasnya berada di pemukiman penduduk sehingga dapat mengganggu pernafasan masyarakat sekita

"Penambangan material yang dilakukan AMP sudah tidak terkontrol yang sewaktu waktu dapat menimbulkan bencana bagi masyarakat,seperti kebun masyarakat amblas ke sungai dan bencana bencana lainga"  sebutnya.

Menurut Hasan Basri  perusahaan AMP yang beroperasi  di Pidie Jaya telah semena mena mengeruk material di daerah ini, yang menurutnya proyek proyek yang kerjakan perusahaan AMP banyak mengangkut material untuk kebutuhan proyek yang berada di luar Pidie Jaya.

" AMP adalah perusahaan besar yang ada di Pidie Jaya, merka hanya mengeruk material di tanah Pidie Jaya dan mengolahnya juga di sini, tapi mereka tidak pernah membayar PAD untuk Pidie Jaya"ungkapnya

Untuk itu Hasan Basri Meminta pemkab Pidie Jaya untuk  mengevaluasi keberadaan AMP AMP tersebut."Kami anggota dewan melihat AMP ini harus di stop, tidak melakukan lagi operasionalnya di Pidie Jaya, karena tidak membawa mamfaat bagi daerah," katanya tegas.

IKHSAN PM

Komentar

Loading...