Unduh Aplikasi

Ambil Untung di Balik Bencana

Ambil Untung di Balik Bencana
Ilustrasi: boombastic

DI tengah upaya meredam penyebaran virus corona, Pemerintah Aceh dan pemerintah daerah di seluruh Aceh harus pula memastikan stok bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar di seluruh Aceh tersedia.

Saat ini, harga beberapa komoditas pangan mulai naik. Yang paling terasa adalah gula pasir. Di Bener Meriah, harga satu sak gula pasir mencapai Rp 1 juta rupiah. Ada kenaikan harga Rp 300 ribu dari sebelumnya.

Hal ini memaksa pedagang menaikkan harga eceran gula pasir menjadi Rp 20 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu.Kondisi ini juga dirasakan masyarakat di Aceh Jaya dan daerah-daerah lain di Aceh, seperti di Lhokseumawe dan Banda Aceh.

Kondisi ini disebabkan berkurangnya jumlah pasokan gula pasir ke Aceh. Diperkirakan, harga gula pasir tetap di atas Rp 20 ribu per kilogram, terutama menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan.

Kita berharap masyarakat tidak panik dan berbondong-bondong memborong gula pasir dan kebutuhan pokok lain. Hal ini hanya akan membuat kondisi semakin sulit dan harga semakin tidak terkendali.

Pemerintah Aceh dan pemerintah daerah juga perlu melobi pemerintah pusat untuk menjamin ketersediaan bahan pokok tetap stabil di daerah ini. Apalagi, Jakarta telah memberikan sinyal bahwa stok kebutuhan pokok masih cukup hingga Agustus mendatang.

Pemerintah dan aparat keamanan juga harus mampu mendeteksi aksi orang-orang yang mengambil keuntungan dari kondisi ini. Mereka adalah para tengkulak yang sengaja menimbun stok pangan agar harga melambung tinggi.

Bagi mereka, pemerintah dan aparat keamanan tidak perlu ragu memberikan sanksi tegas. Orang-orang yang menimbun kebutuhan pokok inilah penjahat sebenarnya, yang harus dibasmi di tengah penyebaran wabah corona.

Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...