Unduh Aplikasi

Alhudri dan Teuku Riefky Sambangi Kemenlu, Minta Mahasiswa Aceh di Wuhan Dievakuasi

Alhudri dan Teuku Riefky Sambangi Kemenlu, Minta Mahasiswa Aceh di Wuhan Dievakuasi
Kadinsos, Alhudri dan Teuku Riefky saat bertemu dengan pihak Kemenlu membahas kondisi 12 mahasiswa Aceh di Kota Wuhan. Foto: Ist

JAKARTA - Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri bersama Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI Teuku Riefky Harsya menyambangi Kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta Senin (27/01) sore.

Kedatangan mereka disambut oleh Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah dan Direktur Pelindungan WNI Luar Negeri, Judha Nugraha.

Teuku Riefky Harsa kepada AJNN usai pertemuan itu mengatakan kedatangan mereka ke Kemenlu adalah untuk memastikan penanganan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) khususnya mahasiswa Aceh yang berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

"Pihak Kemenlu hingga saat ini terus berkoordinasi dengan Pemerintah Tingkok untuk memantau kondisi WNI dan termasuk 12 mahasiswa Aceh yang ada di Kota Wuhan," kata Teuku Riefky.

Ia juga mengungkapkan kalau hingga kini belum ada WNI yang terkena virus yang mematikan itu. Bahkan ia juga memastikan kalau mahasiswa Aceh saat ini dalam kondisi baik dengan asupan makanan yang cukup serta dapat perlengkapan kesehatan yang baik.

"Mereka (Kemenlu) juga mengikuti langkah-langkah strategi Pemerintah Aceh, terkait penanganan mahasiswa Aceh yang ada di Kota Wuha, termasuk dana yang yang dikirimkan Pemerintah Aceh untuk kepentingan logistik mahasiwa. Hal itu diapresiasi dari pemerintah pusat," ungkapnya.

Untuk itu, kata Riefky, Kemenlu berharap kepada semua pihak untuk dapat memberikan semangat, dan tidak memberikan pernyataan yang membingungan publik yang nantinya akan menganggu psikologi mahasiswa Aceh di sana.

"Tidak cukup hanya dengan asupan makanan dan penjagaan kebersihan yang harus dijaga, kalau psikis turun akan berdampak bahaya, maka akan turun semangatnya," ujarnya.

Selain itu, Riefky mengungkapkan kalau evakuasi menjadi agenda utama yang sedang dilakukan. Namun itu butuh proses karena saat ini sedang proses isolasi, kalau dilakukan evakuasi dampaknya juga berbahaya.

"Australia, Amerika Serikat dan Francis juga mengharapkan warganya dievakuasi, tentu kalau ada peluang pasti segera dievakuasi," ungkanya.

Kadinsos, Alhudri dan Teuku Riefky saat bertemu dengan pihak Kemenlu membahas kondisi 12 mahasiswa Aceh di Kota Wuhan. Foto: Ist

Sementara itu, Kadinsos Aceh, Alhudri mengucapkan terima kasih kepada pimpin Komisi I yang sudah menjembatani pertemuan dengan Kemenlu untuk memastikan kondisi mahasiswa Aceh di Kota Huwan.

"Insyallah sesuai dengan arahan Plt Gubernur Aceh, kami akan terus berjalan dan berkomunikasi dengan Kemenlu untuk memastikan kondisi mahasiswa Aceh," kata Alhudri.

Untuk itu, ia juga meminta doa dari masyarakat Aceh agar seluruh mahasiswa Aceh di Kota Huwan dan kondisi baik, dan meminta agar tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa menganggu kondisi psikis mahasiswa.

"Mari sama-sama kita menjaga ini semua, jangan keluarkan pernyataan apapun yang menganggu kondisi psikis anak-anak kita," ujarnya.

Baca: Terkait Virus Corona, Imigrasi Terus Awasi WNA Asal China

Yang pasti, kata Alhudri, Pemerintah Aceh terus memantau dan melihat perkembangan di Kota Huwan, termasuk stok makanan terhadap mahasiswa Aceh.

"Kemarin Plt Gubernur Aceh sudah mengirimkan sedikit dana untuk mereka, yang pasti ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Aceh, karena mereka semua yang ada disana merupakan generasi penerus Aceh," kata mantan Plt Bupati Aceh Tengah itu.

Alhudri mengaku dalam pertemuan itu juga melaporkan langkah-langkah strategis yang telah dilakukan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam penyelamatan mahasiswa Aceh di Kota Wuhan.

“Pemerintah Aceh telah mengambil langkah-langkah strategis serta preventif dengan membuka posko penanganan Virus Corona di dua tempat, di Kantor Dinas Sosial Aceh dan Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta," ungkapnya.

Direktur Perlindungan WNI Luar Negri Kemenlu RI, Judha Nugraha, mengapreasiasi terhadap langkah sigap yang telah dilakukan Pemerintah Aceh, khususnya dalam menjaga moril para mahasiswa Aceh tersebut.

Menurutnya, untuk mencegah terjangkitnya Virus Corona, selain menjaga asupan makanan yang cukup, menjaga kebersihan, dan menggunakan peralatan disinfeksi, terjaganya kondisi ketenangan psikologi juga sangat menentukan.

Dia juga menekankan pentingnya semua pihak, termasuk di Aceh, untuk tidak memberikan pernyataan yang meresahkan dan terus memberikan semangat para WNI termasuk mahasiswa Aceh yang masih terisolasi di negri tirai bambu tersebut.

Pertemuan di Gedung Utama Kemenlu lantai dua tersebut juga ikut dihadiri oleh perwakilan dari Badan Penghubung Pemerintah Aceh Jakarta dan Ikatan Mahasiswa Pasca Sarjana (IMPAS) Aceh Jakarta, Muntasir Ramli.

Komentar

Loading...