Unduh Aplikasi

BERAKTIVITAS DI GALIAN C ILEGAL

Alat Berat Milik Anggota Dewan Simeulue Diamankan Polisi

Alat Berat Milik Anggota Dewan Simeulue Diamankan Polisi
Petugas memperlihatkan eskavator milik anggota dewan yang diamankan ditempat galin C ilegal. Foto: For AJNN

SIMEULUE - Tim Elang Resmob Satreskrim Polres Simeulue mengamankan satu unit eskavator yang melakukan aktivitas di galian C atau tambang ilegal di Desa Sanggiran, Kecamatan Simeulue Barat, Jum'at (28/8).

Belakangan diketahui pemilik eskavator (beco) tersebut merupakan salah seorang anggota DPRK Simeulue berinisial SY (45). Ia tercatat sebagai warga Desa Sinabang.

Kapolres Simeulue melalui Kasat Reskrim Ipda Muhammad Rizal yang dikonfirmasi AJNN, Selasa (1/9) mengatakan, eskavator tersebut diamankan di galian C ilegal yang dikelola oleh seorang oknum guru berinisial IS (36), warga Desa Sigulai bersama temannya SA (45) warga Desa Lamamek.

Ipda Muhammad Rizal menjelaskan, pada Rabu 26 Agustus 2020 sekira pukul 10.30 WIB Tim Elang Resmob Sat Reskrim Polres Simeulue melakukan penyelidikan terhadap tambang atau galian C tersebut.

Ketika tim sampai di lokasi tersebut, kata Muhamamad Rizal, ditemukan satu unit ekskavator yang baru selesai melaksanakan pekerjaan pertambangan ilegal dan beberapa unit dump truck pengangkut bahan material hasil pertambangan tersebut.

"Tim lalu melakukan interogasi terhadap saksi-saksi, mengumpulkan alat bukti lainnya dan melakukan dokumentasi terhadap temuan di TKP, selanjutnya Tim Elang Resmob di back up Kapolsek Simbar Ipda Nurdi dan personil Polsek Simeulue Barat mengamankan satu eskavator sebagai barang bukti, satu orang operator juga ikut diamankan," kata Muhammad Rizal.

Gara-gara aktivitas galian C ilegal tersebut, kata dia, diduga telah terjadi kerusakan terhadap lingkungan di TKP. Bahan material dari hasil kegiatan pertambangan ilegal tersebut diduga dijual kepada pihak kontraktor yang di gunakan untuk berbagai kegiatan seperti penimbunan jalan dan sekolah.

Selanjutnya, sambung Muhammad Rizal, pada Jum'at 28 Agustus 2020 sekira pukul 10.30 WIB, tim yang di pimpin dirinya selaku Kasat Reskrim langsung membawa ekskavator tersebut ke Mapolres Simeulue.

Selain eskavator, tim juga mengamankan dua orang pemilik kegiatan, satu orang operator ekskavator, satu trado pengangkut eskavator berikut sopirnya dan satu orang penanggung jawab eskavator ke Mapolres.

"Namun ke-lima orang tersebut setelah di lakukan pemeriksaan awal, selanjutnya kami kembalikan kekeluarganya sambil menunggu proses dan pemeriksaan lanjutan," ungkap Muhammad Rizal seraya menambahkan setelah pemeriksaan, trado juga dikembalikan kepada pemiliknya, sementara eskavator masih ditahan.

Komentar

Loading...