Unduh Aplikasi

Alasan Tim AZAN Polisikan Adi Laweung

Alasan Tim AZAN Polisikan Adi Laweung

BANDA ACEH - Kuasa Hukum Zaini Abdullah-Nasaruddin (AZAN) resmi melaporkan Suadi Sulaiman ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, terkait dugaan penghinaan yang dilontarkannya saat orasi politik di Kota Sabang 12 November lalu. Juru bicara dan kuasa hukum AZAN berharap, laporan tersebut mendapat perhatian serius Panwaslih dan Kepolisian.

"Kita ingin pilkada damai, sebagaimana komitmen semua kandidat termasuk Plt Gubernur dan Kapolri pada pilkada serentak kali ini. Catatan pentingnya adalah ini upaya serius, jangan sampai terjadi pembiaran,"kata Juru bicara tim pemenangan Zaini Abdullah-Nasaruddin (AZAN) kepada wartawan usai mendatangi Mapolda Aceh, Jumat (18/11).

Menurut Fauzan, tindakan Adi Laweung dapat memicu kekerasan fisik dan verbal serta akan terus terulang jika tidak serius ditangani Panwaslih dan Kepolisian. Hal tersebut, lanjutnya sangat menggangu proses demokrasi dan perdamaian yang di cita-citakan masyarakat Aceh.

"Kalau begini cara kita berdemokrasi, tentu pilkada damai dan demokrasi yang kita impikan tidak akan pernah terwujud,"kata Fauzan didampingi Tim Kuasa Hukum AZAN, Muhammad Zubir.

Sebelum ke Kantor Panwaslih Aceh dikawasan Geuceu Kompleks, tim AZAN sempat mendatangi Mapolda Aceh, melaporkan Adi Laweung. Namun niat tersebut batal setelah, petugas kepolisian di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolda Aceh meminta untuk lebih dulu melapor ke Panwaslih Aceh, karena menilai tindakan Adi Laweung sebagai bentuk pelanggaran pemilu.

"Seharusnya Polda Aceh tidak perlu mengalihkan laporan kami ke Panwaslih, karena tindakan Adi Laweung ini tidak hanya pelanggaran pemilu tapi memenuhi unsur pidana umum pencemaran nama baik dan ujaran kebencian sebagimana surat edaran kapolri,”kata Fauzan, menyiratkan kekecewaannya.

 Begitupun pihaknya tetap menghormati saran kepolisian dan menempuh prosedur yang diminta.

“Kita akan tempuh dan ini karena keinginan kami untuk pilkada damai. Yang jelas kami akan kembali ke Polda Aceh setelah mengantongi surat Panwaslih. Tidak setuju sebenarnya karena tindakan Adi Laweung memenuhi dua aspek selain pidana umum sekaligus pidana pemilu, karena menyerang pribadi Zaini sebagai kandidat gubernur Aceh, tapi tidak apa, soal perdebatan hukumnya nanti saja,”pungkas Fauzan.

Komentar

Loading...