Unduh Aplikasi

Alasan Kemenag Aceh Berlakukan Ujian Berbasis Online

Alasan Kemenag Aceh Berlakukan Ujian Berbasis Online
Gedung Kemenag Aceh. Foto: Kumparan

BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh menerapkan ujian Semester Berbasis Online dan Kurikulum K-13 Sistem SKS (Sistem Kredit Semester). Namun, pelaksanaan ujian tersebut tidak memberatkan para siswa dan orang tua/wali murid.

"Artinya, bagi madrasah yang belum memungkinkan melaksanakan secara online dapat melaksanakan secara manual," kata Kasubag Inmas, Kanwil Kemenag Aceh, Muhammad Nasril dalam keterangannya kepada AJNN, Selasa (12/12).

Nasril mengatakan, penerapan ujian semester berbasis online itu merupakan inovasi Kemenag Aceh sebagai bentuk ikhtiar perbaikan mutu pendidikan, dan meningkatkan kapasitas serta guna mengetahui kemampuan anak didik, sekaligus kemampuan kompetensi guru agar menjadi catatan dari mana perbaikan dimulai untuk peningkatan mutu madrasah di Aceh. Apalagi sebelumnya juga telah dilaksanakan ujian kompetensi guru secara online.

Tujuan lain, kata Nasril, ujian online ini sebagai ajang membiasakan siswa dalam menghadapi ujian nasional serta ujian masuk perguruan tinggi bagi siswa di tingkatan Aliyah.

"Juga karena perkembangan teknologi informasi, sehingga sistem online ini menjadi kebutuhan dari segala aspek kehidupan," ujarnya.

Nasril mengimbau, dalam pelaksanaan nantinya, kakankemenag kabupaten/kota untuk mengkoordinir pelaksanaan ujian semester berbasis Online, mengkoordinir kegiatan KKG dan MGMP, memfasilitasi pengajuan madrasah pelaksana SKS (Madrasah yang ditunjuk hasil verifikasi) dan mengkoordinir pelaksanaan di Madrasah.

Baca: Kankemenag Pidie Jaya: Murid Haram Bawa Hp ke Madrasah

"Ujian semester online ini dapat menggunakan fasilitas yang ada, termasuk menggunakan fasilitas laptop guru yang dipinjam pakaikan kepada peserta didik, dengan kata lain ujian online tersebut diperlukan, akan tetapi tidak boleh memberatkan peserta didik," terang Nasril.

"Kami berharap komite madrasah dan semua pihak mendukung ujian berbasis online ini untuk kemajuan pendidikan anak bangsa," sambungnya.

Sebelumnya, Kemenag Aceh melalui bidang Pendidikan Madrasah telah melaunching Aplikasi Online yang diperuntukkan untuk ujian bagi kepala madrasah, guru, operator, dan siswa dengan tujuan meningkatkan mutu madrasah serta efisiensi yang dulunya menggunakan kertas kini diganti berbasis komputer/android.

"Ujian berbasis online dapat menekan resiko kesalahan, uji kejujuran, hemat anggaran negara dan soal lebih mudah di kerjakan," sebut Nasril.

Ujian berbasis digital dengan menggunakan laptop atau komputer telah dilaksanakan sejak tahun 2016 untuk jenjang MA dan MTs sedangkan tahun 2018 untuk jenjang MI.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...