Unduh Aplikasi

Alasan Jaksa Tuntut Mursyidah 10 Bulan Penjara

Alasan Jaksa Tuntut Mursyidah 10 Bulan Penjara
Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi, Foto; AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Musyidah, terdakwa kasus pengrusakan rumah toko (Ruko) pangkalan Elpiji 3 kilogram telah dituntut 10 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lhokseumawe. Tuntutan tersebut mengundang perhatian dan reaksi dari masyarakat berbagai kalangan.

Namun Jaksa punya alasan tersendiri menuntut Mursyidah warga Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua kota Lhokseumawe itu 10 bulan penjara.

Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi menyebutkan hukuman itu sudah sesuai dengan pasal yang diterapkan yakni Pasal 406 ayat (1) KUHP tentang merusak barang milik orang lain dengan sengaja.

"Perbuatan terdakwa melawan hukum dengan perbuatan menghancurkan, merusak barang orang lain secara sengaja," kata Munawal, Sabtu (2/11).

Dari beberapa keterangan saksi menyebutkan bahwa terdakwa sengaja datang ke ruko pangkalan epiji dengan marah-marah dan menuduh Idawati Binti M.Samin berbuat curang menimbun gas elpiji 3 kilogram dan tidak mau memberikan gas elpiji kepada terdakwa.

"Terdakwa juga merusak pintu ruko dengan cara menghantam tabung gasnya dan didalam ruko juga melempar-lempar gas elpiji sehingga keramik yang ada didalam ruko retak-retak," sebut Munawal.

Baca: Haji Uma Minta Hakim Bebaskan Mursyidah: Dia Pahlawan Bangsa

Sebelumya, kata Munawal, terdakwa Musyidah merupakan mantan karyawan UD.Herianti milik Idawati, ia berkerja selama dua bulan dan diberhentikan dari pekerjaannya karena jarang masuk kerja.

"Dari keterangan saksi korban Idawati di persidangan, terdakwa pernah mengambil uang hasil penjualan gas. Namun keterangan tersebut belum bisa di buktikan kebenarannya yang kita buktikan adalah perbuatan pengrusakannya," sebut Munawal.

Dalam perjalanan persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lhokseumawe telah menghadirkan empat orang saksi diantaranya Fardiana, Evi Silvia, Mulyadi serta Idawati selaku korban untuk dimintai keterangan.

"Sementara terdakwa tidak menghadirkan saksi meringankan pada persidangan ke tiga dan ke empat," ungkap Munawal.

Sidang putusan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe di agendakan pada Selasa 5 November 2019.

Sementara pihak kepolisian setempat telah menghentikan kasus dugaan penimbunan gas elpiji 3 kilogram di pangkalan UD Herianti Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe yang dikelola oleh Idawati. Kasus tersebut dinilai tidak cukup bukti sehingga kepolisian tidak naikkan ke tahap penyidikan.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...