Unduh Aplikasi

Alasan Dua Pejabat Pemkab Terlibat Pemalsuan Kredit Belum Dipanggil

Alasan Dua Pejabat Pemkab Terlibat Pemalsuan Kredit Belum Dipanggil
BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh hingga saat ini belum memanggil dua pejabat di Pemkab Bireun yang terlibat dalam tindak pidana pemalsuan kredit dengan memanipulasi data dari calon debitur.

Kedua pejabat yang disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut yakni JM merupakan bekas kepala Dinas Syariat Islam Bireun dan AH kepala BPBD Bireun.

Direskrimsus Polda Aceh Kombes Joko Irwanto menyebutkan alasan belum dipanggilnya dua pejabat tersebut dikarenakan keduanya masih menyelesaikan tugasnya salah satunya menjadi panitia MTQ.

"Mereka belum kita panggil karena sedang bertugas jadi panitia MTQ, jadi setelah selesai, akan kita panggil ke Polda," katanya kepada wartawan, Senin (14/3) di Banda Aceh.

Dikatakannya, keterlibatan kedua pejabat serta enam pelaku lainnya dalam kasus pemalsuan kredit pada Bank Mandiri cabang Bireun, dimana para pelaku telah mencatut nama sejumlah pegawai di kantor Dinas Syariat Islam, Kantor BPBD, dan pegawai kantor Camat kuala dan Jangka dengan jumlah plafon sebesar Rp 18 milliar.

"Modusnya mereka memalsukan semua data pegawai, mulai dari KTP, serta SK PNS, dengan cara men-scan," ujarnya.

Keenam pelaku yang ditahan Polda Aceh yakni MNA (49), TM (36), JL (37), A (31) dan SB (47), dan MD (30). Para pelaku merupakan pegawai negeri sipil, oknum guru, serta oknum kecamatan dan mantan karyawan Bank Mandiri. Dalam kasus tersebut Bank Mandiri mengalami kerugian berkisar Rp 6 milliar.

Komentar

Loading...