Unduh Aplikasi

Alarm dari Zona Merah

Alarm dari Zona Merah
Ilustrasi: matsa4u

SEPERTI mengangkat karpet, satu per satu kasus pasien penderita corona terungkap di Aceh. Yang teranyar adalah pasien asal Aceh Barat Daya. Sempat dinyatakan negatif dan diizinkan pulang ke kampung, pasien kesembilan ini dinyatakan positif mengidap corona dan harus menjalani perawatan.

Sebelumnya, tiga orang santri yang menuntut ilmu di Magetan, Jawa Timur, juga dinyatakan positif mengidap covid-19. Mereka berasal dari kluster merah penyebaran corona. Bukan tak mungkin, masih banyak orang tanpa gejala corona yang berseliweran siap mengantarkan virus berpindah inang.

Sementara, di jalanan, kewaspadaan warga semakin berkurang. Di Banda Aceh, jalanan ramai. Warung-warung kopi juga tak kurang sesak. Semua seperti biasa. Bahkan banyak warga yang berkeliaran tanpa masker dan tak memperhatikan aturan tentang menjaga jarak.

Buruknya kewaspadaan ini memang mengkhawatirkan. Tak mengherankan jika Pemerintah Kota Langsa kembali memberlakukan jam malam. Langkah ini terpaksa diambil untuk mencegah penyebaran virus corona.

Apalagi, secara geografis, Langsa sangat berdekatan dengan Medan, Sumatera Utara, yang masuk dalam zona merah penyebaran corona. Keputusan ini adalah langkah tepat.

Dengan bahaya laten yang terus muncul ke permukaan, Pemerintah Aceh harusnya segera mengambil tindakan tegas. Pemerintah Aceh harus tetap mengutamakan kesehatan warga di atas kebutuhan ekonomi.

Tentu saja hal ini membawa sejumlah konsekuensi. Terutama dalam bidang ekonomi. Namun dengan dana yang tersedia, rasanya bukan tak mungkin Aceh memberlakukan isolasi kecuali untuk pasokan bahan kebutuhan pokok.

Dengan mengarantina Aceh, kerja gugus tugas penanganan covid-19 akan lebih mudah. Pengawasan di tingkat paling rendah juga bisa ditingkatkan. Termasuk dengan memaksimalkan fungsi puskesmas dalam mengontrol orang-orang dalam daftar pengawasan. Dan yang terpenting, keselamatan nyawa rakyat benar-benar dijamin oleh pemerintah.

Komentar

Loading...