Unduh Aplikasi

Al-Chaidar: Pelaku Penusukan Wiranto Termotivasi karena Perintah Pimpinan

Al-Chaidar: Pelaku Penusukan Wiranto Termotivasi karena Perintah Pimpinan
Pengamat terorisme Al Chaidar. Foto: Antara

LHOKSEUMAWE - Pengamat Terorisme Indonesia Al-Chaidar menyebutkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditusuk oleh Kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Bahkan, pascakejadian di Pandeglang, Banten itu, berbagai macam pandangan terjadi di kalangan masyarakat, ada yang menyebutkan itu merupakan fakta dan juga ada yang mengatakan hanya sebatas settingan dan pengalihan isu semata.

Namun, Al-Chaidar saat dihubungi AJNN mengatakan, pelaku termotivasi melakukan hal tersebut dikarenakan diperintah oleh pimpinan. Sementara pelaku menganggap kalau itu merupakan jihat. Awalnya, pelaku yang dikenal dengan Abu Rara berasal dari JAD Kediri, kemudian pindah ke Cirebon, lalu ke Medan terus balik lagi ke Banten.

“Pelaku sudah bercerai dengan istri pertamanya, dan yang sekarang merupakan istri kedua. Di istri pertama pelaku memiki anak bernama Rara, makanya pelaku dipanggil dengan Abu Rara,” ungkap A-Chaidar, Jumat (11/10).

Baca: Pelaku Penusukan Wiranto Dibawa ke Mabes Polri

Selama ini, kata Al-Chaidar, pelaku sudah terpantau sejak tiga bulan terakhir oleh Badan Inteligen Nasional (BIN), tapi masih bisa kecolongan. Selain itu, pelaku juga terlihat santai dalam potongan video di lokasi kejadian tepatnya berdekatan dengan mobil Wiranto.

“Ini karena memang aparatur negara tidak sanggup lagi untuk menghadapi kelompok JAD itu. Apalagi hukum pidana di Indonesia tidak memperbolehkan menangkap seseorang tanpa ada bukti yang kuat kalau dia bersalah," ujarnya.

Dalam hal ini, ia tidak mempermasalah kinerja aparat yang tidak bagus, tapi hukum yang tidak membolehkan. Sementara terkait keberadaan pelaku berdekatan dengan mobil Wiranto, ia sendiri tidak mengetahui tujuannya, bisa jadi hendak bersalaman dengan Wiranto, mengingat Wiranto sangat dekat dengan orang berpakaian jubbah dan bercadar. Contohnya seperti anaknya yang meninggal dunia.

"Kalau ada yang berpendapatan ini pengalihan isu, menurut saya sah-sah saja. Tapi yang perlu diketahui kalau kelompok JAD ini sudah sangat banyak dan ramai. Dan mereka bisa menyerang kapan saja," ungkapnya.

Komentar

Loading...