Unduh Aplikasi

Aktivis SPMA: Pemerintah Aceh Harus Konsisten Jalankan Qanun LKSĀ 

Aktivis SPMA: Pemerintah Aceh Harus Konsisten Jalankan Qanun LKS 
Foto: IST.

BANDA ACEH - Penolakan atau penundaan peralihan dari bank konvensional ke Lembaga Keuangan Syariah (LKS) oleh LSM di Aceh menunjukkan adanya upaya untuk memundurkan penegakan syariat Islam di Aceh secara kaffah.

Hal itu sampaikan oleh aktivis Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA), Muzir Maha, melalui rilisnya kepada AJNN, Senin (28/12/2020). Menurut Muzir hadirnya LKS di Aceh sudah sangat tepat, walaupun perlu adanya adaptasi terlebih dahulu untuk membiasakan menggunakan Bank Syariah. 

Apalagi menurutnya, mungkin ada sistem atau manajemen pengoperasian Bank Syariah belum begitu sempurna.

"Itu hal yang biasa dalam transformasi dari yang biasanya konvensional ke yang syariah," ujar Muzir.

Lebih lanjut menurutnya, posisi Aceh sebagai daerah istimewa sudah tertuang jelas pada UU No 44 tahun 1999 tentang penyelenggaraan kehidupan beragama, adat, pendidikan serta peran ulama.

Hal yang sama juga ada dalam Undang Undang No 11 tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh yang merupakan cita - cita masyarakat Aceh dari sejak dahulu.

Untuk itu Muzir berharap Pemerintah Aceh harus konsisten dalam membangkitkan semangat ekonomi Syariah di Aceh, melalui LKS. Hal tersebut akan membantu UMKM yang ada.

Apalagi menurutnya, LKS tidak menerapkan bunga, tapi sistem bagi hasil (mudharabah). Oleh karenanya dengan terbitnya Qanun Aceh no 11 Tahun 2018 tentang LKS sudah sepatutnya pemerintah dan masyarakat Aceh bangga dan bersyukur sebab ini akan berdampak pada ekonomi kerakyatan.

"Selain itu menurutnya juga bisa memutuskan sistem bunga yang kita ketahui bahwa sistem bunga adalah riba," ujar Muzir.

Muzir juga menambahkan bahwa jangan ada intervensi dari rentenir atau dari kaum sekuler untuk terus mengembangkan sistem ekonomi kapitalis di Aceh, ataupun upaya mengobrak-abrik Qanun LKS.

Menurut Muzir, tidak ada yang sulit dari lembaga keuangan syariah, bahkan Bank Aceh sejak diresmikan menjadi bank syariah tahun 2016 terus melaju dan memperlihatkan keunggulannya begitupula LKS Al - Mahirah Banda Aceh.

"Terkecuali mereka yang suka dengan riba ya tentu hatinya akan gelisah," kata Muzir.

Bahkan kata Muzir, Kepala Bank Indonesia (BI) Wilayah Aceh, Zainal Arifin Lubis memprediksi ekonomi Aceh bisa melesat setelah penerapan Qanun LKS di Aceh, pernyataan itu sampaikan pada diskusi dengan tema "Kesiapan Perbankan Terhadap Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh" pada Senin, 23 September 2019 lalu. 

Untuk itu, mantan Wapresma STKIP BBG ini mendukung pengoperasian Lembaga Keuangan Syariah di Aceh dan juga mendukung penumpasan rentenir di Aceh.

Komentar

Loading...