Unduh Aplikasi

Aktivis Mahasiswa Minta Kadis Peternakan Aceh Dicopot

Aktivis Mahasiswa Minta Kadis Peternakan Aceh Dicopot
Kondisi sapi di UPTD IBI Saree. Foto: AJNN/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Aktivis Mahasiswa Universitas Islam Ar-Raniry, Rizki Ardial menilai Dinas Peternakan Aceh gagal menjalankan program pemerintah dalam hal pembibitan sapi unggul di UPTD Inseminasi Buatan Inkubator (IBI) Saree Aceh Besar.

"Sangat kami sayangkan kondisi sapi yang dikelola oleh Dinas Peternakan Aceh yang kurus kekurangan makanan, padahal dari APBA sudah dialokasikan untuk pakannya," kata Ardial, Minggu (7/6).

Oleh karena itu, mantan Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini meminta Plt. Gubernur Aceh untuk segera mengevaluasi Dinas Peternakan Aceh dan mencopot kepala dinas.

"Kadis Peternakan Aceh kami menilai tidak mampu menjalankan tugasnya, jika memang sapi tersebut telah ada sebelum dia (Rahmadin) menjadi kepala dinas justru itu yang menjadi tugasnya untuk menyelesaikan persoalan, bukan justru membiarkan seperti itu," sambungnya.

Baca: Kadis Peternakan Instruksikan Seluruh Pejabat UPTD IBI Menetap di Saree

Selain itu, ia juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, karena diduga telah menyiksa binatang oleh dinas terkait.

"Seperti yang kami ketahui bahwa anggaran pengadaan sapi ini bersumber dari APBA dan untuk pakannya juga sudah dialokasikan, tapi kenapa kondisi lapangan sapi tersebut dalam keadaan kurus kekurangan makanan. Makanya kami menduga adanya potensi korupsi dalam pengelolaan sapi-sapi tersebut," ujarnya.

Kemudian, ia juga meminta keseriusan Deean Perwakikan Rakyat Aceh (DPRA) dalam memfungsikan tugasnya sebagai anggota legislatif.

"DPR juga, sampai hari ini belum menampakkan fungsi pengawasannya terhadap kasus ini, jangan diam, segera ambil tindakan," tegasnya.

Komentar

Loading...