Unduh Aplikasi

Aktivis Gayo: Terkesan Hanya Kepentingan Elit, Provinsi ALA Sulit Tercapai

Aktivis Gayo: Terkesan Hanya Kepentingan Elit, Provinsi ALA Sulit Tercapai
Suasana pertemuan, rapat koordinasi pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara yang di Hotel Garuda, Medan Sumatera Utara. Foto: Ist

ACEH TENGAH - Sejumlah aktivis dan tokoh pemuda dari wilayah tengah Aceh mulai pesimis dengan keberhasilan pembentukan provinsi Aceh Leuser Antara (ALA). Hal ini muncul karena sepertinya perjuangan dari tokoh yang terlibat dalam perjuangan ALA masih menerapkan cara-cara lama dan strategi yang tidak diperbaharui untuk menutup kesalahan-kesalahan di perjuangan sebelumnya. Kalau pola ini masih terus dilakukan, mereka menilai pembentukan provinsi ALA sulit tercapai.

Setelah kritik tajam dari pemuda ALA bernama Waladan Yoga, muncul lagi kritik serupa dari salah satu aktivis muda Gayo, Maharadi. Kepada AJNN Maharadi mengatakan bahwa dirinya heran kenapa rapat tersebut harus dilaksanakan di Medan dan tidak melibatkan elemen lain termasuk pemuda ALA. Dari pertemuan yang dilangsungkan diluar daerah, menurut Maharadi terlihat perjuangan pembentukan provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dikemas hanya untuk elit. 

Komentar ini muncul setelah sejumlah Bupati dan tokoh masyarakat wilayah ALA pada Minggu (11/10/2020) mengadakan rapat koordinasi pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara yang di Hotel Garuda, Medan Sumatera Utara.

"Kalau ini hanya konsilidasi pihak elit (Bupati) saja, ya udah biar mereka saja yang bekerja. Kami dari elemen lain termasuk pemuda ALA tidak dilibatkan, seharusnya mereka membuka ruang bagi kami," ujar Maharadi kepada AJNN, Minggu (11/10/2020) di Takengon.

Kegiatan rapat di Medan, Sumatera Utara menurut koordinator Jang - Ko tersebut  justru akan membentuk persepsi masyarakat bahwa perjuangan ini adalah perjuangan kelas elit dan eksklusif. Idealnya menurut Maharadi, rapat tersebut bisa dilaksanakan di Banda Aceh sebagai pusat administrasi Provinsi Aceh. 

"Kenapa harus ke Medan, dan tidak melibatkan semua elemen? apalagi saat ini kondisi Covid-19 yang cukup mengkhawatirkan," ujar Maharadi heran

Untuk itu Maharadi menyarankan semua pihak yang berjuang dalam rencana pembentukan Provinsi ALA perlu melakukan pembaharuan dalam strategi perjuangan ini. "Kita harus membangun gerakan ini dari kalangan masyarakat, lalu lakukan analisa mendalam, serta menyiapkan segala keperluan administrasi, agar kemudian perjuangan ini tidak berakhir dengan kegagalan lagi," ujar Alumni UNIMED ini.

Selain itu Maharadi juga menilai pertemuan para bupati dan tokoh masyarakat wilayah ALA di Hotel Garuda Medan ini justru membentuk pemikiran di kalangan masyarakat bahwa perjuangan ALA ini hanya untuk menutup kegagalan-kegagalan para pemimpin tersebut dalam melaksanakan pembangunan dan pelaksanaan tugasnya di kabupaten mereka masing-masing. 

"Kalau mau kita jujur, jangan-jangan para bupati dan para pemimpin di daerah masing-masing tersebut justru memainkan isu ALA hanya  untuk menutupi kegagalan-kegagalan mereka dalam memimpin daerahnya," Pungkas Maharadi.

Sementara itu Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru yang dihubungi AJNN melalui sambungan telepon mengatakan saat ini mereka masih mengadakan pertemuan (Rapat) Amru meminta AJNN untuk mengirimkan saja pesan melalui SMS atau WhatsApp apa yang ingin fi tanyakan.

Sedangkan Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi yang ditanya AJNN terkait agenda utama rapat dan hasil kesepakatan dari pertemuan tersebut, dalam pesan singkatnya mengatakan kalau rapat masih berlangsung dan juga mengatakan kalau pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...