Unduh Aplikasi

Aktivis Demokrasi Aceh Tuntut Erick Thohir “Out” dari Kementrian BUMN

Aktivis Demokrasi Aceh Tuntut Erick Thohir “Out” dari Kementrian BUMN
Foto: For AJNN

BANDA ACEH - Puluhan aktivis dari Jaringan Demokrasi (Jardem) Aceh berunjuk rasa menuntut Erick Thohir keluar dari Kementrian BUMN karena gagal dalam menanggani berbagai masalah di kementrin tersebut. 

Aksi unjuk rasa oleh aktivis dari Jardem tersebut dilakukan pada beberapa kantor perusahaan BUMN di Banda Aceh, selasa (22/9). Massa yang membawa spanduk yang bertuliskan #ErickOut mulai bergerak pada pukul 11.00 WIB dan berujuk rasa di kantor asuransi milik BUMN, yakni JiwaSraya cabang Banda Aceh yang beralamat di Jalan Teungku Chik Ditiro. Setelah berorasi di kantor tersebut, massa berpindah ke GraPari Telkomsel (anak BUMN Telkom), Kantor Pertamina Aceh, Kantor perwakilan Bank Mandiri Aceh dan kantor perwakilan PLN Aceh.

Dalam orasinya, Angga Ramadhan selaku koordinator aksi mengatakan bahwa Erick Thohir sebagai menteri BUMN dan Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional serta Penanganan Covid 19 terbukti telah gagal total.

"Kegagalan Erick sebagai menteri BUMN dibuktikkan ketika krisis Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Perusahaan BUMN malah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap  4.000  lebih pekerja, sementara ratusan karyawan lainnya berbulan-bulan gajinya tidak di bayar, belasan ribu karyawan BUMN yang masih bekerja gajinya dipotong dan tidak di bayar utuh," katanya.

Selain itu, Angga mencontohkan kegagalan lainnya dalam perusahaan vital milik negara yakni kerugian yang dialami Pertamina mencapai Rp 11 trilyun,  Laba PGN ambruk 87 persen, Garuda rugi Rp 10 triliun, PT KAI rugi Rp 1,3 trilun, Antam, PLN, Angkasa Pura 1 dan 2, E Comerce Blanja.com ditutup.

“Masih banyak kegagalan Erick Thohir yang setiap saat dan setiap hari semakin membuat negara menanggung malu dan kerugian, seperti sandiwara vaksin Covid-19 yang berubah-ubah dan memunculkan kegaduhan publik. Oleh sebab itu, tidak ada kata lain selain Erick Out dari Kementrian BUMN," ungkap Angga Ramdhan.

Komentar

Loading...