Unduh Aplikasi

Aktivis Apresiasi Penolakan Tujuh TKA di Nagan Raya

Aktivis Apresiasi Penolakan Tujuh TKA di Nagan Raya
Ketua Ipelmasra, Mutawali. Foto: Ist

BANDA ACEH - Mantan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya (IPELMASRA) Banda Aceh, Mutawali mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan pemerintah, legislatif, aparat kepolisian dan masyarakat dalam menolak kehadiran tujuh Tenaga Kerja Asing (WNA) asal China.

"Kami apresiasi langkah cepat ini, hal-hal seperti ini harus dicontoh oleh semua masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran virus corona," kata Mutawali kepada AJNN, Kamis (2/4) di Banda Aceh.

Ia sangat menyayangkan sikap manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4 Nagan Raya, yang mendatangkan tujuh TKA asal China itu. Padahal masyarakat sudah duluan mengingatkan pihak perusahaan agar tidak mendatangkan warga asing.

"Seharusnya pihak PLTU 3 dan 4 Nagan Raya mendukung berbagai pihak yang sedang secara bersama sama berusaha melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 yang sedang merebak di Indonesia tidak tercuali Aceh," ujar Mutawali.

Ia menilai pihak PLTU 3-4 Nagan Raya tidak berusaha bersama-sama dalam pencegahan Covid-19 yang sedang meresahkan masyarakat saat ini, dan tidak memikirkan dampak dari masuknya TKA baru asal China itu.

Baca: Ketua DPRK: Aparat Gampong Langkak Tidak Tahu Kedatangan WNA Asal China

"Walaupun rombongan TKA asal Cina telah dilakukan pengecekan suhu tubuh dan tidak ditemukan adanya gejala demam. Kami mengimbau kepada masyarakat Nagan Raya agar tidak perlu panik dan tetap siaga dalam mengahadapi Covid-19 yang melanda ini," ujar Mutawali.

Untuk itu, ia meminta kepada Pemerintah Nagan Raya untuk bertindak dan bersikap tegas terhadap prahara ini, seperti terus melakukan pengawasan dan memantau setiap WNA masuk ke Aceh, khususnya ke Nagan Raya.

"Kami meminta pemerintah mengambil kebijakan menutup Bandara Tjuet Nyak Dhien dan terminal transportasi darat khususnya ke Nagan Raya. Kami juga berharap kepada perusahaan yang ada di Nagan Raya untuk mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," kata mahasiswa pascasarjana Unsyiah itu.

Komentar

Loading...