Unduh Aplikasi

Aktivis 98 Aceh Akan Rebut Cita-Cita Yang Belum Tercapai

BANDA ACEH – Presidium Nasional PENA 98 Aceh, Arie Maulana mengatakan, Aktivis 98 yang pernah turun ke jalan untuk memperjuangkan demokrasi dan mendesak Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya harus kembali bersatu untuk merebut cita-cita yang belum mampu dicapai.

Dalam meraih cita-cita yang belum tercapai, kata Ari Maulana, aktivis 98 yang masih ada sampai sekarang baik nasional maupun Aceh harus kembali bersatu walaupun warna baju yang dipakai berbeda-beda.

"Ketika kita berkumpul jangan dilihat dari baju yang kita pakai, tapi kita harus bicarakan apa yang akan kita kita buat kedepan untuk indonesia khususnya Aceh yang lebih baik," kata Arie Maulan dalam acara pertemuan Persatuan Nasional Aktifis 98 (PENA 98), Sabtu (3/10) di Banda Aceh

Ari menambahkan, dengan kekuatan tersebut, aktivis 98 akan merubah strategi, karena sudah saatnya para aktivis 98  bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun Aceh yang lebih baik.

"Kalau pada masa reformasi melihat pemerintah sebagai komponen, justru sekarang secara bersama-sama dengan pemerintah, karena sudah banyak aktivis 98 di pemerintah dan parlemen," jelasnya

Ia menjelaskan, agenda besar PENA 98 Aceh dalam waktu dekat adalah dengan melakukan strukturisasi, membentuk wadah ini supaya semakin solit dengan melibatkan kawan kawan yang lain.

"Agenda besar berikutnya yaitu ingin berkuasa artinya terlibat dalam pemerintahan dimanapun berada, prinsip kita yang paling utama yaitu spirit, karena dengan spirit bisa menyatukan kita semua," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dengan adanya wadah ini, dapat membangun komunikasi yang intesif, hal itu juga akan semakin solit membangun hubungan dengan kawan – kawan yang sudah di legislatif.

"Kita disini terdiri dari berbagai profesi, politisi pengusaha, birokrasi dan sebagainya. Dalam organisasi PENA 98, kita sepakat untuk melakukan perubahan, yaitu membawa Aceh ke arah yang lebih baik," tutur Ari Maulana.

Sementara itu, perwakilan aktivis perempuan Suraya Kamaruzzaman menambakan, dirinya sangat mengapresiasi dengan adanya sebuah perkumpulan aktivis 98. Karena, menurutnya perkumpulan ini, akan menjadi wadah untuk melupakan perbedaan para aktivis yang sudah bergelut dengan berbagai profesi.

"Ruang ini baik untuk melepaskan baju dan untuk mendiskusikan hal yang tidak mungkin didiskusikan ketika memakai baju kita masing – masing," jelas Suraya.

Suraya juga menekankan, kepada para aktivis 98 yang sudah duduk di parlemen untuk berpikir apa yang akan diperjuangkan untuk masyarakat Aceh.

"Ketika 98, kita selalu melakukan aksi seperti di gedung parlemen, sekarang ketika ada aktivis yang sudah duduk di parlemen harus memperjuangkan apa yang sudah pernah kita perjuangkan dulu," ujarnya

Dirinya juga berharap dengan lahirnya PENA 98 Aceh akan menjadi rumah untuk mengkritik aktivis 98 yang sudah berada di eksekutif dan legislatif.

"Dalam forum ini, para aktivis akan saling mengingatkan kepada kawan-kawan yang sudah duduk di pemerintahan," harapnya

|HENDRA KA|

Komentar

Loading...