Unduh Aplikasi

Aksi Tutup Mulut, Mahasiwa Tolak Kapitalisasi Sumber Daya Alam di Lhokseumawe

Aksi Tutup Mulut, Mahasiwa Tolak Kapitalisasi Sumber Daya Alam di Lhokseumawe
Aksi tutup mulut mahasiswa di Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (Ek-LMND) Kota Lhokseumawe melakukan aksi tutup mulut di depan Taman Riyadah, Kota Lhokseumawe, Senin (27/5).

Dalam aksi tersebut, pihaknya mempertanyakan kepada BPMA terkait Holding pembagian hasil pengembangan blok minyak dan gas (Migas) Lhokseumawe oleh PT Zaratex NV.

Koordinator aksi, Beni Ernesto mengatakan, Lhokseumawe sebagai daerah yang mempunyai sumber daya alam minyak dan gas dan berhadapan langsung dengan selat malaka lintas poros maritime dunia. Dengan potensi migas yang sangat banyak, sehingga berdirilah perusahaan-perusahan yang mengekplorasi kekayaan alam tersebut.

“40 tahun lalu tepatnya sekitar tahun tujuh puluhan perusahaan itu masuk dan hanya memberikan angina surge kepada rakyat khususnya rakyat Aceh dan Kota Lhokseumawe yang berada di lingkaran migas tersebut,” katanya.

Sambungnya, pihaknya juga menilai sampai hari ini belum ada dampak apapun yang dirasakan oleh rakyat dalam meningkatkan perekonomian. Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan kepada BPMA terkait Holding pembagian hasil pengembangan blok minyak dan gas (Migas) Lhokseumawe oleh PT Zaratex NV.

“Kami juga menolak kapitalisasi Sumber Daya Alam (SDA), kami juga meminta agar dilaksanakan pasal 33 UUD 1945, selain itu implimentasikan UU nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Implimentasikan PP nomor 23 tahun 2015 tentang pengelolaan bersama sumber daya alam minyak dan gas Bumi di Aceh,” pungkasnya.

Komentar

Loading...