Unduh Aplikasi

Aksi Jitu Bidik Paket Pembangunan Masjid Kabupaten Aceh Jaya 

Aksi Jitu Bidik Paket Pembangunan Masjid Kabupaten Aceh Jaya 
Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB. Foto: AJNN/Suar

ACEH JAYA - Sebanyak 36 perusahaan bidang kontruksi mengikuti lelang pembangunan Masjid Kabupaten Aceh Jaya tahap III dengan nilai pagu sebesar Rp. 14,6 miliar lebih.

Dari 36 perusahaan yang ikut tender paket pembangunan Mesjid Kabupaten Aceh Jaya (Tahap III) di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Jaya lima diantaranya sudah menawarkan harga terendahnya.

Anehnya, satu diantara 5 perusahaan yang menawar pengerjaan pembangunan Mesjid Kabupaten Aceh Jaya malah menawarkan harga jauh lebih rendah dari harga paket yang disediakan.

Berdasarkan hasil penelusuran AJNN di laman lpse.acehjayakab.go.id, Kamis (28/5) diketahui harga paket pembangunan masjid Kabupaten Aceh Jaya Tahap III sebesar Rp 14.694.215.800,00 sedangkan penawaran terendah dari PT Vika Cipta Mulia hanya senilai Rp 9.888.802.000,00.

Sementara diposisi kedua yakni PT. Harum Jaya menawarkan sebesar Rp 12.346.340.499,30 dari nilai paket Rp 14.694.215.800,00 yang tersedia.

Selanjutnya diposisi ketiga ada PT. Bila Nasra Nina dengan nilai penawaran Rp 14.524.578.803,30, posisi ketiga PT. Alaska Sago Adab dengan nilai penawaran Rp 14.530.843.196,45 , sedangkan posisi kelima PT. Pilar Jurong Sejati dengan nilai penawaran Rp 14.531.585.361,86.

Sementara itu, Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB mengungkapkan jika hasil pelelangan tidak hanya dinilai dari penawaran terendah, namun akan dikaji dan dievaluasi dari semua sisi, baik itu penawaran harga, dokumen administrasi dan masih banyak hal lainnya juga. Namun dirinya juga mengaku heran atas penawaran yang jauh lebih rendah dari pagu yang di sediakan. 

"Sah-sah saja, mereka menawarkan dengan harga sebesar apapun, namun jika harga yang ditawarkan berkurang hingga Rp 5 miliar itu kan patut dikaji lebih mendalam, jangan sampai timbul masalah lagi dikemudian hari, baik itu speknya dibawah standar dan lain sebagainya," terang Irfan TB.

Namun kata dia, secara teknis yang lebih mengetahui itu adalah pihak pokja ULP.  "Yang pastinya bukan berarti harga terendah itu yang mutlak jadi pemenangnya," pungkas Irfan.

Komentar

Loading...