Unduh Aplikasi

Aksi Damai di Lhokseumawe, Presiden Dinilai Lukai Hati Wartawan dan Keluarga Korban

Aksi Damai di Lhokseumawe, Presiden Dinilai Lukai Hati Wartawan dan Keluarga Korban
Aksi damai wartawan di Kota Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUAMAWE - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe dan sejumlah wartawan yang ada di kota tersebut melakukan aksi damai di depan Taman Riyadah Kota Lhokseumawe, Sabtu (26/1).

Aksi yang diikuti oleh wartawan di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara juga dibantu oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Al-Kalam IAIN Malikussaleh, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencabut remisi terhadap pembunuh Jurnalis Radar Bali, AA Prabangsa.

Diketahui, sesuai Keputusan Presiden (Keppres) nomor 29 tahun 2018, tentang pemberian Remisi Perubahandari Pidana Penjara Seumur Hidup menjadi Pidana sementara tertanggal 7 Desember 2018 terhadap Susrama.

“Kamis jurnalis Aceh, khususnya Lhokseumawe dan Aceh Utara sangat kecewa terhadap keputusan tersebut,” kata Ketua AJI Lhokseumawe, Agustiar Ismail.

Ia mengatakan pihaknya mengecam Presiden Jokowi yang memberikan remisi kepada pelaku pembunuhan keji terhadap Jurnalis. Fakta persidangan jelas mengatakan bahwa pembunuhan tersebut terkait berita, dan pembunuhan dilakukan secara berencana.

“Kebijakan Presiden tersebut itu melukai keadilan tidak hanya keluarga korban akan tetapi juga Jurnalis di Indonesia khususnya di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara,” jelas Agus.

Agus juga menyebutkan, pihaknya meminta Presiden mencabut keputusan pemberian remisi terhadap Susrama. Karena kebijakan semacam itu tidak arif dan memberikan pesan yang kurang bersahabat bagi pers Indonesia.

“Kami tidak menolak remisi, baik itu khusus, ataupun umum. Karena itu hak bagi warga binaan. Namun kami memertanyakan atas dasar apa remisi itu diberikan oleh Presiden terhadap Susrama," tegasnya.

Seharusnya, kata Agus, Presiden lebih selektif karena kejahatan terhadap pers bukanlah kejahatan biasa, sebab berimplikasi kepada terwujudnya kebebasan pers Indonesia.

Pantauan AJNN, dalam aksi tersebut juga turut ditampilkan pembacaan puisi dari Himpunan Mahasiswa Sastra Bahasa Universitas Malikussaleh (Unima). Aksi itu juga turut di kawal oleh personel Polres Lhokseumawe.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...