Akses Jalan ke Sekolah Rusak Parah, Guru: Semoga Allah Buka Hati Para Pemimpin  

Akses Jalan ke Sekolah Rusak Parah, Guru: Semoga Allah Buka Hati Para Pemimpin  
Kepala Sekolah SMP 8 Lawe Sigala-Gala Satu Atap (Satap), Abd Sani, bersama guru lainnya. Foto: AJNN/Riky Octa.

ACEH TENGGARA - Kepala Sekolah SMP 8 Lawe Sigala-Gala Satu Atap (Satap) Aceh Tenggara (Agara), Abd Sani, meminta kepada para pemimpin yang mempunyai kewenangan agar mau memperbaiki akses jalan menuju sekolah di pedalaman Leuser. 

"Kami berharap semoga Allah SWT membukakan hati para pemimpin yang mempunyai kewenangan untuk memperbaiki akses jalan kami disana" Kata Abd Sani kepada AJNN usai acara peringatan Hari Guru Nasional di lapangan aula Guru Disdikbud Agara, Kamis (25/11/21). 

Baca: Kegigihan Guru di Agara, Rela Berkubang Demi Mencerdaskan Anak Bangsa

Menurut Abd Sani, pendidikan merupakan pemutus mata rantai kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan. Untuk itu meski dengan kondisi tersebut dia dan guru lainnya di sana tetap menjalankan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya. 

Sejumlah guru bersama Jurnalis AJNN. Foto: Dok AJNN/Riky Octa.

Dikatakan Abd Sani, semenjak dirinya ditugaskan kondisi jalan sama seperti saat ini yakni kondisi jalan berlumpur dan berair. Kemudian ia menambahkan untuk jarak tempuh  setiap hari  yang ia  lalui bersama guru lainnya pada saat musim kemarau, berkisar tiga jam, namun bila di musim penghujan jarak tempuh bertambah lama berkisar empat lebih.

"Untuk hari Senin kami terpaksa bermalam, karena berangkat dari rumah hari Minggu, itu kami lakukan untuk mempersiapkan upacara bendera di Senin paginya," ujar Sani. 

Sementara itu, Bupati Agara, Raidin Pinim kepada AJNN (25/11/21) membenarkan kondisi jalan Provinsi di wilayah Leuser memang memperihatinkan dengan kondisi jalan rusak dan berlubang serta sangat keterbelakangan.

Bupati Agara, Raidin Pinim. Foto: AJNN/Riky Octa.

Bahkan kata Raidin saat hujan sedikit saja sering sekali anak - anak disana tidak dapat bersekolah.

"Seharusnya  ada pengertian dari Pemerintah Aceh," ucap Raidin.

Menurut Raidin, saat ini Pemerintah Aceh memang telah menyalurkan  dana sebesar Rp 1 Miliar untuk jalan di Leuser. Namun, Ia menilai, dengan dana tersebut persoalan jalan di Leuser tidak dapat di tuntaskan. 

Untuk itu Raidin meminta kepada  pihak Pemerintah Provinsi agar segera menuntaskan persoalan jalan di wilayah Leuser pada tahun 2022 mendatang. 

"Dengan dana Rp 1 Miliar ruas jalan provinsi sepanjang 60 kilometer ini tidak akan tuntas, untuk itu kami meminta kepada Pemerintahan Aceh agar segera tuntaskan persoalan jalan di Leuser di tahun 2022 mendatang, cukup diberikan Rp 100 Miliar pasti tuntas dan selesai semuanya," pungkas Raidin. 

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini