Unduh Aplikasi

Akreditasi Kampus Berbayar?

Akreditasi Kampus Berbayar?
Prosesi yudisium mahasiswa Akbid PHMN Meulaboh. Foto: Ist

ACEH BARAT - Sempat tertunda dua tahun, akhirnya mahasiswa Akademi Kebidanan Publik Healt Medical Nursing (PHMN) Meulaboh diyudisium, Sabtu (22/2). Mahasiswa yang diyudisium berjumlah 32 orang.

Pembina Yayasan Akademi Kebidanan PHMN Meulaboh, Ahmad, mengatakan yudisium para mahasiswa tersebut baru terlaksana pasca hasil akreditasi kampus oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) dikeluarkan.

Ahmad menjelaskan, tertundanya yudisium untuk dua angkatan itu, lantaran selama ini perguruan tinggi kebidanan untuk jenjang diploma tiga itu belum terakreditasi, sejak berakhirnya masa akreditasi pada 21 Februari 2018 lalu.

Baca: Belum Akreditasi, Puluhan Mahasiswa PHMN Meulaboh Tak Wisuda

Atas dasar itu pula, kata dia, pihaknya harus mengurus kembali akreditasi untuk kampus. Saat ini kampus Akademi Kebidanan PHMN telah terakreditasi dengan predikat B.

“Ditunda karena belum terakreditasi, habis masa akreditasinya. Akreditasi itu harus kita bayar uang akreditasi,” kata dia.

Menurutnya, guna melakukan akreditasi kampus memang sempat terkendala, lantaran pihak kampus harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 87 juta, untuk keperluan mendapatkan akreditasi dan harus dibayarkan ke LAM-PTKes.

Baca: Tertunda Dua Tahun, Mahasiswa Akbid PHMN Meulaboh Akhirnya Yudisium

Ditambahkannya, untuk mempercepat proses akreditasi pihaknya terus mencari sumber pendanaan, dalam satu tahun terakhir termasuk biaya rehab kampus dan persiapan borang kampus tersebut guna diajukan ke LAM-PTKes.

"Kesulitan biaya yang dialami kampus dalam mengajukan akreditasi, karena penghasilan kampus itu masih kecil, disebabkan masih sedikitnya jumlah mahasiswa," pungkasnya.

Komentar

Loading...