Unduh Aplikasi

Akmal Ibrahim: Jika Gubernur dan DPRA Sepakat Pilkada Aceh Bisa di 2022

Akmal Ibrahim: Jika Gubernur dan DPRA Sepakat Pilkada Aceh Bisa di 2022
Bupati Aceh Barat Daya., Akmal Ibrahim. Foto: IST

ACEH TENGAH - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim mengatakan jika Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sepakat, maka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh sah - sah saja dilaksanakan pada tahun 2022.

Menurut mantan pengacara itu, Aceh merupakan daerah yang memiliki lex specialis, sehingga Pilkada Aceh bisa dilaksanakan di 2022 sesuai Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA).

"Bisa saja Pilkada dilaksanakan pada 2022, karena Aceh memiliki lex specialis, tentu dengan kesepakatan antara Gubernur Aceh dan DPRA," kata Akmal Ibrahim, saat ditemui AJNN di Takengon, (28/12).

Terkait kondisi hubungan pusat dengan pemerintah daerah soal Pilkada Aceh, kata Akmal Ibrahim, publik banyak yang tidak tau, sehingga ia menilai masyarakat kapan saja menerima jadwal pemilihan kepala daerah.

"Bagaimana kondisi hubungan pusat dengan daerah terkait Pilkada publik juga tidak tau, jadi bagi masyarakat saya pikir kapan saja bisa, tapi dengan melihat kekhususan Aceh sebaiknya Pilkada dilaksanakan di 2022," tutur Akmal yang juga mantan wartawan.

Akmal Ibrahim menjelaskan, sesuai UUPA nomor 11 tahun 2006, pemilihan kepala daerah di Aceh berlangsung setiap lima tahun sekali, sehingga sudah sewajarnya Pilkada dilaksanakan di 2022 agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan.

"Jadi Undang-undang menyebutkan masa jabatan itu 5 tahun, jadi memang sudah sewajarnya di Aceh dilaksanakan 2022, supaya tidak terjadi kekosongan kepemimpinan," tutupnya.

Komentar

Loading...