Unduh Aplikasi

Akibat Pencurian Arus, PLN Blangpidie Alami Kerugian RP 900 juta per bulan

Akibat Pencurian Arus, PLN Blangpidie Alami Kerugian RP 900 juta per bulan

ACEH BARAT DAYA - Akibat tingginya pencurian arus listrik di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Blangpidie mengalami kerugian rata-rata mencapai Rp 900 juta per bulan.

"Anehnya pencurian arus listrik negara ini kebanyakan dilakukan oleh masyarakat yang berpendidikan dan berpenghasilan menegah ke atas," kata kepala PLN Rayon Blangpidie, Suherman Nazir kepada Wartawan Rabu (9/11) di Blangpidie.

Menurutnya, sebagus apapun pagar yang dibuat, tingkat pencurian arus listrik tetap masih saja dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, sehingga PT PLN Rayon Blangpidie, mengalami kerugian rata-rata mencapai Rp 900 juta setiap bulan.

"Contohnya pada bulan September 2016 ini. Rayon Blangpidie memproduksi arus sebanyak 4,7 juta kWh, terus yang terjual hanya 4,1 juta kWh. Arus hilang sebanyak 567 ribu kWh atau setara uang sebesar Rp 900 juta," jelasnya.

Kerugian tersebut ungkapnya, baru diketahui petugas PLN setelah dilakukan perhitungan secara global antara arus hilang dengan arus terjual termasuk menghitung arus hilang pada jaringan listrik yang ditelorir maksimal enam persen.

"Setelah kita hitung jumlah arus produksi dengan arus terjual ditambah lagi enam persen arus hilang akibat jaringan, kemudian baru kita mengetahui arus selebihnya itu hilang karena di curi," katanya

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, pihaknya selama ini rutin turun ke lapangan setiap hari untuk melakukan penertiban pemakaian listrik dengan menurunkan tim ke setiap pelosok.

Jumlah tim penertiban pemkaian tenaga listrik di bawah Rayon Blangpidie saat ini masih tergolong minim, sehingga pihak PT PLN perlu menambahkan mengingat selama ini banyak temuan pencurian arus di lapangan.

"Ada sebahagian pelanggan yang telah kita lakukan penertiban pemakaian tenaga listrik karena belum menyelesaikan pembayaran, sehingga kita berencana persoalan tersebut kita limpahkan pada Kejaksaan Negeri untuk dimediasi," kata Suherman

Komentar

Loading...