Unduh Aplikasi

Akibat Penambang Ilegal, PT Magellanic Merugi Rp 1,4 Miliar

Akibat Penambang Ilegal, PT Magellanic Merugi Rp 1,4 Miliar
Kepala Pengawasan Tambang PT Magellanin Garuda Kencana, Mofrizal saat sedang menyampaikan terkait sistem operasi perusahaan kepada Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Perusahaan tambang emas PT Magellanic Garuda Kencana (MGK) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Woyla Timur dan Sungai Mas mengklaim mengalami kerugian Rp 1,4 miliar pada tahun 2020 lalu.

Kerugian tersebut disebabkan karena adanya aktivitas penambangan secara illegal di kawasan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik mereka.

Kepala Pengawas tambang PT Magellanic, Mofrizar mengatakan potensi kerugian sekitar Rp 1,4 miliar itu setelah dilakukan pemetaan luas kawasan aktivitas tambang illegal di wilayah IUP mereka.

"Saat ini ada sekitar sepuluh pelaku tambang illegal diwilayah kami, dengan perkiraan ada sekitar sepuluh hektare IUP kami yang digarap," kata Kepala pengawasan tambang PT Magellanic, Mofrizal, kepada AJNN usai bertemu dengan Komisi II DPRA, Kamis (14/1).

Mofrizal mengaku pihaknya sudah melayangkan surat terhadap pelaku tambang ilegal di kawasan IUP mereka, namun hingga saat ini belum ada respon dari para penambang illegal tersebut.

Baca: DPRA Siap Laporkan Penambang Illegal di WIUP PT MGK ke Polisi

Ia mengatakan, meski dirugikan pihaknya tetap akan melakukan pendekatan secara persuasif, terutama dengan teguran.

"Kami saat ini baru berupa teguran dengan cara memperingati pelaku, jika masih dilakukan setelah tiga kali disurati, kami akan lakukan somasi," ungkapnya.

Jika dengan somasi masih belum ditaati, kata dia, tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan mengambil langkah hukum atas penambang ilegal di wilayah IUP perusahaan tersebut.

Komentar

Loading...