Unduh Aplikasi

Akibat Kabut Asap, Jarak Pandang di Aceh Barat Mulai Terbatas

Akibat Kabut Asap, Jarak Pandang di Aceh Barat Mulai Terbatas
Kabut asap, Foto : Tempo
ACEH BARAT - Kabupaten Aceh Barat sejak kemarin hingga Jumat (9/10) masih dilanda kabut Asap dengan jarak pandang mulai terbatas. Kabut asap tersebut terpantau hampir disemua ruas jalan dikabupaten Aceh Barat.

Kepala Badan Metreologi Klimetologi dan Geofisika (BMKG) Aceh Barat, Edi Darlupti mengatakan, kabut asap yang terjadi di Aceh Barat jarak pandangnya sudah berada pada titik 2 kilometer untuk dua hari terakhir ini.

"Ini sudah termasuk jarak pandang yang rentan bagi pengendara," katanya kepada AJNN.

Ia menambahkan, kabut asap yang melanda kabupsten tersebut merupakan kabut asap kiriman dari kebakaran yang terjadi di Riau, Jambi maupun Palembang.

Kabut asap yang dengan jarak pandang 2 kilo Meter, kata Edi, akan dapat mempengaruhi penerbangan di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya. Ia juga mencontohkan seperti dalam beberapa hari belakang pesawat mendarat setelah jarak pandang terpantau 4 Km.

"Sepertinya kemarin pesawat baru mendarat hampir sore hari saat jarak pandang 4 Km, sebelumnya dibandara jarak pandang siang hari 2 km," jelasnya.

Sementara itu, Warga Aceh Barat melaksanakan zikir dan doa bersama untuk meminta agar kabut asap yang melanda Riau, Palembang dan jambi segera berakhir.

Rahmat Maulizar selaku panitia penyelenggara kegiatan mengatakan zikir dan doa bersama yang dilaksanakan pada Kamis malam yang lalu untuk memohon agar bencana kabut asap segera berakhir di Indonesia.

Menurut Rahmat dampak kabut asap tersebut juga semakin parah hingga saat ini sudah sampai ke Aceh.

"Dengan kegiatan ini kita berharap agar hujan segera turun didaerah yang berdampak langsung maupun daerah lainya yang terkena asap," ujarnya.

Menurutnya, zikir dan doa bersama yang digelar, sebagian besar merupakan warga Desa Suak Ribee dan Desa tetangga dengan pimpinan zikir dan doa dipimpin oleh Tgk Salman Saf yang merupakan ketua Majelis Zikirullah Aceh Barat.

|DARMANSYAH MUDA

Komentar

Loading...