Unduh Aplikasi

Akibat Cuaca Buruk, Rombongan Plt Gubernur Aceh Gagal Mendarat di Bandara Rembele

Akibat Cuaca Buruk, Rombongan Plt Gubernur Aceh Gagal Mendarat di Bandara Rembele
Bandara Rembele, Bener Meriah. Foto: Kompas

BENER MERIAH - Akibat cuaca hujan deras disertai kabut mengakibatkan dua pesawat batal mendarat di Bandara Rembele, Bener Meriah. Dua pesawat itu ditumpangi pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Soedarmo berserta rombongan, dan Dirjen Pekerjaan Umum dan Perumahan, Senin (7/11).

Humas Bandara Rembele Iwan Mulia kepada AJNN mengatakan, sebelumnya,pesawat yang ditumpangi Plt Gubernur jenis CESS 208 operator MAP.Reg PK-man sudah berputar-putar (holding) di udara hampir satu jam menunggu cuaca membaik, namun tetap saja pesawat tidak memungkinkan untuk mendarat.

“Pesawat yang ditumpangi Gubernur Aceh sudah memutar-mutar ke Lhoksemawe, Subulussalam, hingga akhirnya mendarat kembali di Banda Aceh. Kami sudah telah menghubungi copilot untuk menanyakan kepastian apakah pesawat akan terbang kembali atau tidak, namun informasi kalau mereka akan terbang lagi,” kata Iwan.

Sehingga dengan demikian, kata Iwan, dipastikan jadwal kunjungan Plt Gubernur ke Bener Meriah dan Aceh Tengah menjadi batal.

Sementara itu, pesawat komersil Air Asia dari Bandara Kuala Namu Medan, yang membawa penumpang 72 orang termasuk rombongan Dirjen Bina Marga Pekerjaan Umum dan Kedutaan Jepang, terpaksa mendarat kembali ke Bandara Kuala Namu.

“Untuk pesawat komersil ini, jika cuaca membaik pesawat tersebut akan terbang ke Bener Meriah, jika tidak maka dengan terpaksa penerbangan akan dibatalkan,” kata Iwan.

Buruknya cuaca juga berdampak pada penerbangan komersil dari Bandara Rembele-Kualanamu Medan. Bahkan 84 penumpang terpaksa menunggu di Stasiun Bandara Rembele, sama halnya penumpang Medan tujuan Rembele masih menunggu diterbangkan di Bandara Kuala Namu Medan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Bener Meriah, Irmansayah STTP mengatakan pemerintah setempat telah menggelar persiapan penyambutan rombongan Plt Gubernur Aceh dan Dirjen Pekerjaan Umum

“Seperti biasa kami telah menyiapkan penyambutan tari guel dan peusijuek (tepung tawar), yang disambut oleh para forkopinda dan forkopinda plus, komisioner KIP, Panwas, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta tokoh agama,” ujar Irmansyah.

Komentar

Loading...