Unduh Aplikasi

Akibat Covid-19, Usaha Hotel di Aceh Barat Terancam Bangkrut

Akibat Covid-19, Usaha Hotel di Aceh Barat Terancam Bangkrut
Kondisi Tiara Hotel. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Sejumlah hotel serta usaha penginapan di Kabupaten Aceh Barat terancam bangkrut, pasca merebaknya pandemi wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pasalnya, hampir tidak ada lagi warga yang menginap, karena warga mengurangi aktifitas berpergian.

Tak dipungkiri, wabah ini telah membuat sendi perekonomian hingga ke tingkat global terpuruk. Di level daerah, usaha penginapan merupakan salah satu yang paling terdampak wabah Covid-19 ini. Sejumlah usaha perhotelan disana nyaris tidak menerima penghasilan, kondisi ini tentu mempengerahi operasional.

Tiara Hotel salah satu contohnya, sejak awal Maret 2020 hingga memasuki April ini, penghasilan yang didapatkan merosot hingga 90 persen saja. Kamar yang terisi selama rentang waktu itu, hanya dua hingga tiga dari 72 kamar yang tersedia dalam sehari, bahkan ada yang tidak ada sama sekali.

Supervisor Tiara Hotel, Ayin Nugraha, mengatakan sejak sebulan terakhir pihaknya harus menelan pil pahit terkait sepinya penginapan. Saat ini pihaknya, hanya bergantung kepada perusahaan pertambangan yang melakukan kontrak kerjasama penyewaan kamar bagi karyawannya.

Hal ini sedikit membantu, jika tidak maka tak menutup kemungkinan para karyawan hotel tersebut akan dirumahkan. Kemudian, selama ini selain kontrak dengan perusahaan, hotelnya cukup stabil mendapat tamu yang ingin menginap.

“Kalau tidak ya pelanggan kita yang dari perusahaan tambang saja yang menginap disini. Karena memang sudah ada kerjasama. Kerjasama inilah yang membuat kita stabil,” ungkap Ayin kepada AJNN, Jumat (3/3).

Kemudian, katanya, bagi hotel yang tidak memiliki kerjasama ini pasti akan sangat kewalahan membiayai operasional hotel yang tidak kecil. Bahkan informasi yang ia dapatkan, Meuligoe Hotel kondisinya saat ini terancam gulung tikar. Beberapa karyawan dengan terpaksa sudah dirumahkan.

“Jadi meuligo hotel itu ada sejumlah karyawannya juga yang terpaksa dirumahkan. Kita tahu karena kita satu owner dengan Meuligo Hotel. Di Meuligoe dalam sehari terkadang tidak ada satu kamar yang di booking,” sebutnya.

Ayin menjelaskan, sejak merebaknya wabah ini, pihaknya juga cukup berhati-hati dalam menerima tamu yang ingin menginap di hotel tersebut, serta menjalani standar protokol pemerintah agar hotel terbebas dari penyebaran Covid-19.

Salah satu hal yang cukup diantisipasi, kata dia, yakni tidak menerima tamu yang merupakan Warga Negara Asing (WNA), karena pihaknya tidak mau beresiko tinggi. Selain itu, kata dia, tiap kamar yang terisi dari tamu pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan untuk mematikan kuma-kuman yang ada.

Tidak hanya, kepada WNA tamu-tamu WNI yang datang dari luar daerah, kata dia, juga akan dilihat kondisi fisiknya dalam keadaan sehat atau tidak, jika tidak maka pihaknya akan menolak.

“Kepada karyawan juga kita edukasi terkait dengan Covid-19 dan selalu meminta mereka untuk cuci tangan, dan jaga jarak,” pungkas Ayin.

Komentar

Loading...