Unduh Aplikasi

Akhir Perjalanan Bandar Sabu Jaringan Internasional Yang Tewas Ditembak Saat Berusaha Kabur 

Akhir Perjalanan Bandar Sabu Jaringan Internasional Yang Tewas Ditembak Saat Berusaha Kabur 
Kapolda dan Wakapolda Aceh perlihatkan barang bukti sabu yang berhasil digagalkan. Foto; AJNN/Tommy 

BANDA ACEH - Jajaran Direktorat Narkoba Polda Aceh terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap seorang bandar narkoba jaringan internasional berinisial JN (40). Warga Medan, Sumatera Utara meninggal dunia terkena peluru petugas karena mencoba kabur saat akan ditangkap. 

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada menyebutkan tersangka JN sudah melakukan penyeludupan narkoba jenis sabu sebanyak tujuh kali dengan total 400 Kilogram lebih dan 100 ribu pil ekstasi. 

Baca: Amankan Sabu 81 Kg, Polisi Tangkap Sembilan Orang di Aceh Timur

"Enam kali berhasil lolos dan yang terakhir berhasil kita gagalkan dengan berat sabu 81 Kg dan 20 Kg pil ekstasi," kata Wahyu Widada, Selasa (3/11).

Kapolda menyebutkan dalam pengungkapan penyeludupan 81 Kg sabu dan 20 Kilogram pil ekstasi itu petugas mengamankan delapan tersangka lainya masing-masing berinisial MN, IB HAM, AB, NZ, KM, AZ, dan LUK.

"Mereka yang ditangkap memiliki peran yang berbeda. Tersangka MN disebut-sebut sebagai pengendali atau pengatur lapangan dan ada juga sebagai penjemput dan penyedia boat," sebut Kapolda. 

Penangkapan komplotan narkoba jaringan internasional tersebut berawal informasi masyarakat yang menyebutkan ada penyelundupan narkoba asal Malaysia ke Aceh melalui jalur laut. 

"Penyelidikan terhadap jaringan ini sudah dilakukan selama sebulan dan membuahkan hasil. Penangkapan komplotan narkoba ini di lakukan di sejumlah tempat di Aceh Timur," kata Wahyu Widada. 

Sementara Direktur Narkoba Polda Aceh Kombes Pol Ade Sapari mengatakan sabu dan ekstasi yang seludupkan ke Aceh sebagian besar akan dibawa ke luar Aceh melalui jalur darat. 

Sabu seberat 81 Kg dan 20 kg butir ekstasi itu, kata Ade Sapari diambil tersangka JN ditengah laut dari sebuah kapal di perbatasan Malaysia.

"Jadi tersangka JN yang mengambil narkoba itu  tengah laut dari salah satu kapal yang sudah menunggu di perbatasan Malaysia dan selanjutnya di bawa ke daratan," sebut Ade Sapari.

Kombes Pol Ade Sapari juga menyebutkan komplotan ini berbeda dengan jaringan 60 kilogram sabu yang berhasil di ungkap Polda Aceh beberapa hari yang lalu di Aceh Timur. 

"Ini jaringan berbeda dari yang berhasil kita ungkap beberapa hari lalu di Aceh Timur. Kita masih terus melakukan pengembangan," ungkap Kombes Pol Ade Sapari.

Selain mengamankan barang bukti 81 kg sabu dan 20 Kg ekstasi, Polisi juga mengamankan lima unit mobil yang digunakan tersangka untuk menjemput dan mengedarkan narkoba itu.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...