Unduh Aplikasi

Akbar Balita Miskin Tanpa Anus Butuh Uluran Tangan Dermawan

Akbar Balita Miskin Tanpa Anus Butuh Uluran Tangan Dermawan
Akbar saat dipeluk ibunya Oki Kasna

ACEH BARAT- Pratama Kadri terus mengerang kesakitan, ia tidak bisa mengeluarkan fases dari anusnya meski terus mengejan. Lubang anusnya yang kecil atau nyaris tanpa anus membuat ia kesakitan saat mencoba mengejan.

Akbar, nama panggilannya di rumah. Usianya baru menginjak setahun sebelas bulan. Balita ini mengalami penyempitan anus sejak lahir. Namun baru diketahui saat berusia lima bulan.

Ia terus memeluk sang ibu, karena tidak tahan dengan rasa sakit yang ia alami ketika hasrat ingin buang hajat muncul. Sudah dua minggu Akbar tidak dapat Buang Air Besar (BAB). Perutnya terus membuncit lantaran kotoran yang harusnya ia keluarkan tidak dapat diolah oleh anusnya.

Menurut cerita sang ibu, Oki Kasna (29). Anak lelakinya itu diketahui memiliki lubang anus yang sangat kecil dan bahkan sebesar lubang jarum. Diketahui penyempitan lubang anus Akbar, saat ia memberikan makanan pisang pada Akbar.

"Usai beri pisang, saat itu ia BAB dan terlihat lubang anusnya sangat kecil sebesar lubang jarum, dan saat kami lihat robek ketika BAB memang tidak berdarah," kata Oki, kepada AJNN, Sabtu, (21/12).

Karena itu, anak Teuku Indra Kadri ini terpaksa menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh memasuki usia enam bulan.

Harusnya, pasca operasi pertama tersebut Akbar kembali menjalani operasi kedua, ketika memasuki usia delapan bulan namun sayangnya karena keterbatasan biaya kedua orang tuanya membuat akbar tidak bisa kembali ke Banda Aceh.

Maklum, kemiskinan membuat kedua orang tuanya tak mampu membawa Akbar ke sana, mengingat biaya perjalanan pulang pergi Meulaboh-Banda Aceh dan biaya operasional selama berada di Banda Aceh.

"Kalau untuk berobat memang gratis, tapi kami tidak punya ongkos kesana termasuk biaya operasionalnya hingga saat ini tidak bisa ke Banda Aceh. Bukan kami tidak mau dan tidak sayang anak, tapi keterbatasan kami," ujar Oki.

Suaminya yang selama ini berprofesi sebagai nelayan hanya memiliki penghasilan pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari, itu pun kadang-kadang ada, kadang-kadang tidak.

Kondisi rumah Oki, yang berada di Desa Padang Seurahet komplek Blang Berandang (BB II), Kecamatan Johan Pahlawan juga terlihat memprihatinkan. Rumah permanen tipe 36 bantuan Non Goverment Organizing atau LSM Internasional yakni Caritas itu terlihat jendelanya yang sebelumnya merupakan kaca kini hanya ditempel papan seadanya.

Plapon pada ruang tamu rumah itu juga terlihat mulai copot. Di rumahnya juga terlihat piring dan alat masak lainnya terhampar dilantai, lantaran tidak ada.

Untuk perabotan di ruang tamu hanya ada satu unit televisi 21 inchi, dan satu speaker kecil. Tidak ada kursi tamu, ataupun karpet mewah yang terbentang.

Oki sangat berharap bantuan dari para dermawan untuk bisa membawa anaknya itu kerumah sakit. Karena menurut Oki ia semakin kwatir dengan kondisi anaknya itu, apalagi perut sang anak semakin membuncit.

"Selama tidak bisa BAB Akbar juga tidak mau makan. Sekarang berat badanya hanya sekitar 7,2 kilogram. Saya ingin sekali bisa bawa dia rujuk ke Banda Aceh," ujarnya.

Oki berharap Pemerintah Kabupaten setempat dapat membantu biaya perjalanan Oki untuk membawa Akbar ke RSUDZA Banda Aceh.

Komentar

Loading...