Unduh Aplikasi

Akar Kayu Bajakah Aceh Dilirik Brunei Darussalam

Akar Kayu Bajakah Aceh Dilirik Brunei Darussalam
Darwis memperlihatkan kayu bajakah. Foto: AJN/Darmansyah

NAGAN RAYA - Darwis,(46) warga Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya meraup omzet puluhan juta rupiah dari usaha teh bajakah yang digelutinya sejak dua tahun lalu.

Kini usaha teh bajakah yang ia tekuni itu tidak hanya dilirik oleh pasar lokal dan nasional bahkan, mulai merambah pasar internasional.

Salah satu negara yang menjadi tujuan ekspor dari teh bajakah miliknya itu merupakan Brunai Darussalam. Jika tidak ada aral melintang ekspor perdana ke salah satu negara melayu kawasan asia tenggara itu akan dilakukan bulan ini.

"Ia, saat ini saya akan melakukan pengiriman ke Brunei. Ini sedang mengurus izin kontainer untuk pengirimannya," kata Darwis, kepada AJNN.

Darwis menceritakan awalnya negara tersebut tertarik, setelah teh bajakah dibawah produksi CV Bajakah Aceh Darussalam dikenal luas di tengah masyarakat Indonesia.

Kata dia, setelah khasiat akar bajakah dari Aceh dikenal kaya akan kandungan antioksidan sehingga disebut-sebut mampu menyembuhkan penyakit kanker dan berbagai jenis penyakit lainnya itu pun diminati oleh pengusaha asal Brunai Darussalam.

"Jadi kebetulan saya juga kenal dengan beliau. Dan beliau sebut berminat menampung teh bajakah saya. Dan setelah semuanya deal sekarang memasuki tahap pengiriman," ungkapnya.

Kata Darwis, untuk pasar nasional teh bajakahnya ini telah berhasil menembus Jakarta, Batam, Nusa Tenggara Timur, dan benerapa kota besar lainnya.

Tidak hanya berhasil dalam ekspor bajakah, Darwis juga berhasil merekrut tenaga kerja di lingkungan sekitarnya itu lewat usaha teh bajakah tersebut.

Saat ini, kata dia, telah ada 25 orang karyawan yang bekerja di industri rumahan milikknya itu. Mereka semua ibu-ibu rumah tangga yang merupakan tetangganya.

"Alhamdulillah berkat usaha ini, sekarang ada 25 pekerja. Mereka semua orang dekat-dekat sini, sebagian bahkan ibu-ibu rumah tangga yang mengisi waktu luang," ujarnya.

Darwis mengaku, lewat usaha produksinya itu berhasil memperoleh omzet mencapai 50 juta rupiah per bulannya atau 700 juta pertahun.

Untuk akar bajakah yang diproduksinya itu, kata dia, diperoleh dari kawasan hutan Gunong Reubo, yang berada di Meulaboh dua, dan pegunungan Beutong Ateuh Benggala, Kabupaten Nagan Raya.

"Akar bajakah ini hidupnya memang di daerah dataran tinggi atau pegunungan. Untuk daerah lain di Aceh saya belum tahu," sebut Darwis.

Ungkap Darwis, awal ia mengetahui akar bajakah tersebut setelah mendapat contoh barang dari bajakah Kalimantan dari salah seorang teman di Jakarta yang meminta untuk mencari di Aceh, karena potensi harganya yang menjanjikan.

Karena itu, sebut Darwis ia pun mencoba melacak di Aceh tepatnya kawasan Gunung Reubo, dan saat itu pohon ini pun sebutnya ditemukan. Hingga ia terus mencari dan juga menemukannya di daerah pegunungan Beutong.

Komentar

Loading...