Unduh Aplikasi

Akankah program raskin dan listrik gratis terwujud di Abdya

ACEH BARAT DAYA – Desakan kuat dari kalangan masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terutama masyarakat kalangan bawah semakin menguat seiring santernya janji-janji Bupati Ir Jufri Hasanuddin ketika sedang berorasi di depan rakyatnya yang mengatakan bahwa pada tahun 2015 mendatang jatah beras bagi warga miskin (raskin) di Abdya dibagikan gratis. Tak pakai uang tebusan seperti yang berlaku selama ini.

Beras-beras itu diserahkan tanpa harus menganti Rp 1.600 per kg. Setiap rumah tangga sasaran (RTS) boleh membawa pulang raskin tanpa harus membeli. Bukan raskin saja yang di gratiskan, malah rekening listrik warga yang berkapasitas dua amper ikut dibayar oleh pemerintah Abdya.

Janji-janji tersebut, selain dituliskan dalam selebaran yang berlogo Pemkab Abdya yang ditempelkan disetiap rumah penduduk pada tahun 2013 lalu.  Jufri pun berjanji akan mengratiskan raskin dan rekening listrik warga miskin yang berkapasitas dua ampere.

Pernyataan tersebut dilontarkan saat pidato penyerahan simbolis buku rekening bank tahun 2013 lalu dihadapan ratusan anak yatim dan masyarakat miskin dihalaman kantor bupati setempat.

“Saya tidak bilang Bupati Abdya bohong.  Yang jelas jangan seperti janji lahan karet hingga kini belum ada. Mudah-mudahan janji yang satu ini dapat dipenuhi oleh bupati, apalagi sampai dengan sekarang stiker bergambar bupati, bertulisan raskin dan rekening listrik gratis itu masih menempel dipintu rumah saya” kata Ubat warga Tangan-Tangan kepada AJNN Rabu (03/12).

Sementara itu wakil ketua DPRK Abdya Romi Syah Putra saat diminta tangapannya menyebutkan, Bupati Jufri Hasanuddin harus mampu merealisasikan program yang telah dijanjikan kepada masyarakat Abdya.  apalagi program itu merupakan bagian dari janji politik semasa pemilu legislatif lalu.

“ Jangan asal berjanji, akan tetapi bupati harus mampu menjelaskan  ke masyarakat Abdya dari mana sumber anggaran yang akan digunakan untuk membayar janji itu, ” kata politisi Demokrat asal daerah pemilihan Babahrot-Kuala Batee ini.

Selanjutnya, dia juga menyebutkan, selaku perpanjangan tangan rakyat tentu saja program yang memihak kepada masyarakat bawah harus didukung apalagi program tersebut adalah program yang ditunggu-tunggu dan merupakan harapan masyarakat Abdya. “Kalau program itu bisa direalisasi oleh bupati maka itu merupakan harapan  masyarakat abdya,” katanya.

Saat AJNN  menyinggung terkait pengesahan anggaran program tersebut yang bakal diajukan oleh pemkab Abdya ke dewan. Romi Syah Putra hanya tersenyum sambil mengatakan jika pengunaan anggaran daerah diperbolehkan untuk hal yang dimaksut tentu saja pihaknya tidak merasa keberatan, apalagi program itu sangat bersentuhan dengan masyarakat.

“Kita lihat dulu aturan serta payung hukumnya dalam melakukan pengesahan APBK. Kalau diperbolehkan apasalahnya kita sahkan, apalagi untuk rakyat” demikian kata mantan pemain bola Persada Abdya ini.

SUPRIAN

Komentar

Loading...