Unduh Aplikasi

Akademisi Sayangkan PNA dan Demokrat Pecah Koalisi

Akademisi Sayangkan PNA dan Demokrat Pecah Koalisi
Akademis Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) Taufik A Karim. Foto: AJNN/Indra Wijaya

BANDA ACEH - Akademisi menyayangkan saat Partai Nasional Aceh (PNA) dan Partai Demokrat yang sudah tidak satu koalisi lagi.

Padahal kedua partai itu yang mengusung Irwandi-Nova  menjadi Gubernur dan Wagub 2017 lalu.

"PNA dan Demokrat tidak satu koalisi lagi," kata Akademisi Unmuha, Taufik A Karim pada diskusi soal kosongnya kursi wakil gubernur Aceh, Selasa (9/2).

Baca: Diskusi Soal Wagub, Akademisi: Gubernur Nyaman dengan Posisinya Sekarang

Hal tersebut terbukti dengan usulan nama dari partai pengusung untuk mengisi kekosongan kursi wakil gubernur yang belum final hingga saat ini.

Ia mempertanyakan nama-nama yang diusulkan tersebut. Menurutnya, nama itu hanya untuk kepentingan eskpos saja, dan tidak sampai ke tangan Gubernur Nova.

"Mungkin tidak sampai ke Nova nama-nama itu, hanya di ekspos saja," ucapnya.

Ia juga menilai saat ini eksekutif, legislatif dan birokrat Aceh terlalu arogan. Para elit politik Aceh itu hanya mementingkan dirinya sendiri.

Pasalnya ada banyak dalam UUPA dilanggar oleh elit politik Aceh. 

"Walaupun itu melanggar UUPA. Meskipun UUPA itu sudah banyak dilanggar oleh elit politik Aceh dan tidak ada sanksi sama sekali," pungkasnya.

Komentar

Loading...