Unduh Aplikasi

Akademisi: Pemerintah Aceh Secepatnya Lakukan Penyegaran Direksi PT. Patna 

Akademisi: Pemerintah Aceh Secepatnya Lakukan Penyegaran Direksi PT. Patna 
Akademisi Unsyiah, Fathurrahman Anwar dalam sebuah diskusi tentang KEK Arun Lhokseumawe. Foto: IST

BANDA ACEH - Akademisi Unsyiah, Fathurrahman Anwar menyayangkan tidak masuknya Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe (KEKAL) kedalam 18 Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurut Fathurahman, KEK Arun Lhokseumawe membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur di luar kawasan.

"Walaupun infrastruktur di dalam kawasan sudah cukup memadai namun kita perlu pembangunan infrastruktur di luar kawasan,"  ujar Fathurrahman kepada AJNN,  Selasa (1/12/2020) di Banda Aceh.

Pembangunan infrastruktur di luar kawasan itu menurut Fathurahman seperti jalan 4 jalur, perluasan bandara, dan lainnya. Maka dengan tidak masuknya KEKAL ke dalam PSN dikhawatirkan pembangunan infrastruktur tersebut tidak akan jadi prioritas.

Baca juga: KEK Arun Tidak Masuk PSN, Marzuki Daham: Tidak Rugi Kalau Tidak Masuk

Lebih lanjut pria yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini menjelaskan bahwa infrastruktur di luar kawasan adalah satu kesatuan dengan infrastruktur di dalam kawasan. 

Tanpa didukung bandara yang memadai untuk suatu kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Aceh bahkan Sumbagut, tentu menurutnya perkembangan KEKAL tidak akan secepat yang diinginkan. 

"Demikian juga halnya dukungan infrastruktur transportasi darat lainnya yang menghubungkan KEKAL dengan daerah hinterland yang menjadi tulang punggung KEKAL akan sangat menentukan keberhasilan KEKAL," ujar Fathurrahman.

"Dengan dimasukkannya KEKAL ke dalam PSN pada dasarnya seluruh infrastruktur yang berkaitan dengan KEKAL akan jadi prioritas pemerintah pusat," sambungnya.

Untuk itu Fathurrahman menyarankan agar sebaiknya Pemerintah Aceh selaku pemegang saham PT. Patriot Nusantara (PATNA) melalui PEMA melakukan evaluasi atas kinerja Direksi saat ini.

"Akan sangat baik jika Pemerintah Aceh segera melakukan evaluasi atas kinerja Direksi saat ini. Jika perlu lakukan penyegaran secepatnya," ujar Fathurrahman dengan nada serius.

Selain itu Fathurrahman juga meminta Anggota DPR RI Aceh dan Pemerintah Aceh serta DPRA harus lebih kompak untuk memperjuangkan dimasukkan proyek strategis di Aceh ke dalam PSN.

Sebelumnya pemerintah pada 17 November 2020 yang lalu telah menetapkan 18 Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).  Penetapan itu dilakukan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.  

Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya juga telah menetapkan 201 proyek dan 10 program yang mencakup 23 sektor dengan total nilai investasi sebesar Rp 4.809,7 triliun sebagai PSN.

Namun dari 18 KI dan KEK tersebut ternyata KEK Arun Lhokseumawe tidak termasuk dalam PSN  tersebut. Padahal KEK Arun Lhokseumawe yang dikelola oleh PT Patriot Nusantara ini punya potensi yang luar bisa yaitu ekosistem perairan yang kaya dan produktif dan memungkinkan menjadi basis pengembangan industri perikanan tangkap. 

Kawasaan ini juga bisa menjadi basis industri pertanian dengan dukungan komoditas unggulan seperti sawit, kopi, kakao, karet, kelapa, minyak atsiri dan komoditas lainnya. 

Dirut PT. Patriot Nusantara, Marzuki Daham kepada AJNN Minggu (29/11) mengatakan KEK Arun tidak akan rugi jika tidak masuk proyek Strategi nasional, karena akan ada investor yang akan masuk. 

"Apa ruginya, sedangkan strategis atau tidak strategis, saya tidak mengerti akan hal itu. Termasuk apa kriteria untuk bisa masuk kedalam PSN," ujar Marzuki. 

Hal yang paling penting menurut Marzuki adalah investor mau datang ke KEK Arun untuk Investasi, terciptanya lapangan kerja.

"Bagi saya KEK Arun cukup stategis. kalau saya punya banyak uang, maka saya akan bangun banyak pabrik di sini. Mungkin maksud pemerintah yang lain strategis, KEK Arun paling strategis," kata Marzuki sambil tertawa.

Komentar

Loading...