Unduh Aplikasi

Akademisi Kritisi Kinerja KIP Aceh: Jangan Buat Kantor di Warung Kopi

Akademisi Kritisi Kinerja KIP Aceh: Jangan Buat Kantor di Warung Kopi
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Terkait anggaran Pilkada yang diplotkan dalam anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), Akademisi Universitas Muhamadiyah Aceh (Unmuha), Taufik A Karim, mengatakan seharusnya anggaran pilkada itu harus dimasukan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA).

"Yah, seharusnya dia masuk ke APBA, bukan di BTT," kata Taufik saat dikonfirmasi AJNN, Kamis (4/1/2021).

Meski begitu, ia mengatakan Komisi Independen Pemilihan (KIP)Aceh selaku penyelenggara pilkada harus proaktif dalam memperjuangkan anggaran tersebut.

Sebab, lanjutnya, KIP Aceh harus punya rencana kerja anggaran dari sejak awal. Sama halnnya dengan rencana kerja SKPA lain.

"KIP jangan buat kantor di warung kopi. Meskipun KIP Aceh di belangkangnya punya baking-baking politik," ujarnya.

Baca: Syukri Abdullah: Dana BTT Tidak Bisa Digunakan untuk Pilkada Aceh 2022

Kata Taufik, jika memang KIP Aceh tidak bisa menjalankan hal tersebut, ia menyarankan KIP Aceh berhenti saja dari jabatannya.

"KIP nggak boleh menunggu. Jangan berharap seolah-olah dia KIP akan dikucurkan anggaran. Gagal dia dianggap," tegasnya.

Sebab, kata Taufik, saat pelaksanaan pilkada nantinya, tak ada anggaran yang dikucurkan, bisa dikatakan KIP Aceh gagal selaku penyelenggara.

"Kalau mereka gagal apakah mau dibubarkan KIP? Siapa yang mau melaksanakan rakyat?," tanya Taufik.

Lanjutnya, terlepas dari berbagai persepsi yang menimpa KIP Aceh, KIP juga harus mengejar agar pelaksanaan pilkada jatuh pada 2022. Sebab jika pilkada dilaksanakan 2024, masa jabatan Komisioner KIP Aceh sekarang sudah selesai.

"Jadi untuk apa sibuk sekali menjadi anggota KIP, kalau tidak mampu bekerja sesuai dengan ketentuan dan aturan KIP. Kita sudah khusus dan istimewa tapi tidak mampu berbuat secara khusus, bisa dikatakan gagal cara berpikir orang KIP ini," pungkasnya

Komentar

Loading...