Unduh Aplikasi

Akademisi: Dana BTT Bukan untuk Pilkada 

Akademisi: Dana BTT Bukan untuk Pilkada 
Akademis Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) Taufik A Karim. Foto: AJNN/Indra Wijaya

BANDA ACEH - Akademisi Universitas Muhamdiyah Aceh (Unmuha), Taufik A Karim menyebutkan, anggaran Pilkada harus punya plot khusus, dan tidak bisa diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sifatnya dana sosial atau dana kebencanaan.

"Kalau dana lain boleh. Tapi untuk dana sosial atau anggaran untuk bencana alam tidak boleh dipakai untuk pilkada," kata Taufik kepada AJNN, Selasa (2/1/2021).

Ia mengatakan, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama Pemerintah dapat mengusulkan anggaran Pilkada itu ke Kemendagri.

Baca: Pengamat Nilai Pilkada 2024 Pelemahan Terhadap UUPA

"Ya meskipun kita tahu negara dan APBA anggarannya lagi minus. Tapi untuk kegiatan ini kan bisa minta Permendagri atau Perpres dalam urusan pendanaan pilkada," jelasnya.

Kata Taufik, menggunakan anggaran belanja publik itu tidak bisa sembarangan dan ada konsekuensi tertentu. 

Sebab lanjutnya, jika anggaran untuk dana sosial dan bencana alam itu digunakan sembarangan, baik itu Gubernur atau DPRA dapat dipenjara.

"Pertanggungjawabannya secara hukum kalau anggaran publik digunakan sembarangan memang begitu. Tapi secara prinsip anggaran KIP Aceh dan Pemerintah Aceh harus melakukan lobi ke Pemerintah Pusat," ungkapnya.

Jika nantinya Pemerintah Pusat tidak mengeluarkan anggaran tersebut, lanjutnya, bisa dikatakan pusat tidak menghargai hak ataupun kepemilikan rakyat Aceh yang terpaut dalam UUPA.

"UUPA kan rakyat punya. Uang BTT itu nomenkalturnya memang untuk bencana sosial dan bencana alam. Kenak nanti, kalau dipaksa menggunakan itu melanggar. Siapa yang berani bertanggungjawab," tuturnya.

Sementara itu Ketua KIP Aceh Samsul Bahri saat penetapan tahapan pilkada pada 19 Januari 2021 di Kantor KIP Aceh mengatakan pihaknya sudah mengajukan anggaran sebanyak Rp214 miliar untuk pelaksanaan pilkada 2022.

"Kata mereka anggaran itu sudah dititipkan di BTT. Itu kita nggak masuk disitu, kita hanya menetapkan saja," pungkasnya.

 

Komentar

Loading...