Unduh Aplikasi

Ajarkan pacaran, Disdik Abdya minta buku Penjaskes ditarik

Ajarkan pacaran, Disdik Abdya minta buku Penjaskes ditarik
Buku ajarkan materi pacaran, Foto.Rahmat/ajnn
ACEH BARAT DAYA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memerintahkan kepala-kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar tidak membagikan buku teks pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk siswa kelas XI. Buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2014 itu terdapat materi cara berpacaran yang sehat yang tidak layak diajarkan kepada siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Abdya, Drs Yusnaidi, malalui Sekretariat Taufik kepada AJNN, Selasa (14/10), mengakui, sudah dilakukan penarikan tentang buku teks Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesenian untuk siswa kelas XI yang bertentangan dengan syariat Islam dan budaya Aceh itu. Pada bab X terdapat materi tentang cara berpacaran yang sehat.

“Isi bukunya bertentangan dengan syariat islam, makanya kita tarik kembali buku yang sudah beredar di semua sekolah SMA dan SMK di abdya. Setelah kita tarik kembali, kita amankan dulu,” jelasnya.

Lebih lanjut Taufik menjelaskan, pengadaan buku tersebut bersumber dari dana Bantuan Operasional Siswa (BOS). Buku teks tersebut dikirim oleh Pemerintah pusat sekitar lima hari sebelum lebaran Idul Adha 1435 Hijriah, setelah pihak sekolah melunasi biayanya. Namun, karena masih suasana libur, buku tersebut belum sempat dipelajari pihak siswa

“Isi materi dalam buku tersebut tidak mencerminkan semangat yang ingin dihadirkan Kurikulum 2013 yaitu pendidikan karakter,” paparnya.

Namun, katanya, jika tidak ada buku lain sebagai alternatif pengganti buku tersebut, taufik mengaku tak ada pilihan lain, ia terpaksa mencopot halaman-halaman yang berisi materi tentang cara berpacaran yang dinilai tidak sesuai dengan budaya dan syariat Islam di Abdya. Ia mengaku, tidak mungkin lagi menggunakan buku lama sebagai referensi pembelajaran, karena tidak sesuai dengan kurikulum tahun 2013.

Sementara itu, salah seorang anggota dewan Abdya, Julinardi kepada AJNN mengaku sangat prihatin beredarnya buku itu karena tidak mendidik untuk generasi muda Islam. Terlebih Aceh sudah menerapkan Syariat Islam.

Julinardi menyarankan Disdik untuk bergerak cepat menarik peredaran buku tersebut. "Kita menginginkan Disdik menarik semua buku itu, siapa tahu ada yang tertinggal atau terbawa sama siswa, supaya diserahkan ke dinas,"ujarnya.

Menurutnya, Dengan adanya konten pacaran yang sehat dalam buku tersebut, secara tidak langsung siswa-siswi di seluruh Indonesia khususnya di Abdya didorong untuk berpacaran. Padahal, sudah jelas bahwa pacaran bisa merusak kepribadian.

|RAHMAT RT

Komentar

Loading...