Unduh Aplikasi

Aiyub Abbas-Said Mulyadi Terus Pacu Pertumbuhan Ekonomi Rakyat

Aiyub Abbas-Said Mulyadi Terus Pacu Pertumbuhan Ekonomi Rakyat
Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya

PIDIE JAYA - Semenjak memimpin Kabupaten Pidie Jaya dari tahun 2014 hingga sekarang, Bupati-Wakil Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas-Said Mulyadi terus berupaya membangun dan meningkatkan Perekonomi masyarakat kabupaten yang dimekarkan dari Kabupaten Pidie pada 7 Juni 2007 silam.

Untuk memperlancar ekonomi masyarakat tentunya harus dimulai dari pembangunan infrastruktur dasar. Seperti, pembangunan jalan-jalan menuju perkebunan warga, pembangunan irigasi pada sawah tadah hujan.

Aiyub Abbas-Said Mulyadi memantau pembukaan jalan produksi pertanian

Di awal kepemimpinan Aiyub Abbas-Said Mulyadi, beberapa areal sawah dalam wilayah Kabupaten Pidie Jaya tidak memiliki irigasi yang memadai atau sering disebut sawah tadah hujan. Hal itu membuat petani kesulitan untuk bercocok tanam, karena harus menunggu hujan akibat kekurangan air.

Lahan baru penanaman kedelai di Pijay

Namun, dari tahun 2014 hingga akhir tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah menangani area sawah tadah hujan seluas 4.094 hektare.

Dengan begitu, saat ini hampir di semua areal sawah tadah hujan sudah tersedia jaringan irigasi. Sehingga memudahkan petani bercocok tanam tanpa harus menunggu musim hujan.

Said Mulyadi memantau produksi garam tradisional di Pijay

"Pembangunan infrastruktur dasar, semisal pembukaan jalan baru yang tembus ke perkebunan warga dan pembangunan irigasi, semua ini akan bermura pada kelancaran ekonomi rakyat," kata Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi.

Pemerintah Pidie Jaya saat ini juga memanfaatkan lahan-lahan yang selama ini tidak berfungsi, yang mana lahan tersebut merupakan lahan produktif, untuk dijadikan lahan tanaman palawija.

Prtemuan dengan nelayan

"Kita membangun saluran-saluran irigasi, baik irigasi teknis, non-teknis, irigasi tersier, embung maupun bendungan, sehingga kebutuhan air di kala musim tanam tiba terpenuhi. Setiap tahunnya, kita juga terus memberi bantuan baik pupuk, benih dan lainnya kepada para petani," tambah pria yang biasa disapa Waled ini.

Wakil Bupati Pidie Jaya mengecek irigasi di Alue Sane

 

Beralih ke sektor perikanan. Pada sektor ini, Pemerintah Pidie Jaya juga terus memacu pertumbuhaan ekonomi para petani nelayan. Di tahun 2018 ini, di Pidie Jaya dengan anggaran Rp 5.7 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan dibuka lahan garam seluas 36 hektar.

Selain lahan garam, anggaran dari APBN 2018 itu juga bakal dibangun gudang garam yang akan menampung kecukupan garam untuk pulau Sumatera.

Lahan baru produksi garam di Pijay

“Walaupun sumber anggarannya dari APBN, tentu semua ini tidak terlepas dari usaha Pemerintah Pidie Jaya dibawah kepemerintahan Bupati Aiyub Abbas dan Wakil Bupati Said Mulyadi,” sebut Kepala Bidang Kelautan, Yulizar.

Pria berbadan tegap yang biasa disapa Bambang ini menjelaskan, pegembangan usaha garam rakyat (Pugar) yang sudah mulai dibangun di wilayah Kecamatan Bandar Baru ini akan menampung lebih dari 100 orang tenaga kerja. Dengan begitu, walaupun sedikit, tetapi angka pengangguran kembali tertekan di Pidie Jaya.

“Targetnya di pertengahan 2018 Pugar ini sudah dapat dioperasikan, dan pugar ini akan menampung lebih dari 100 tenaga kerja,” ujar Bambang.

 

Komentar

Loading...