Unduh Aplikasi

AHY Berharap Kemenangan Joe Biden Berdampak Positif Bagi Indonesia

AHY Berharap Kemenangan Joe Biden Berdampak Positif Bagi Indonesia
Suasana webinar nasional Partai Demokrat. Foto untuk AJNN.

JAKARTA - Semangat menghadirkan solusi untuk bangsa di tengah Pandemi Covid-19 yang belum mereda, Ketua Umum partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuka webinar nasional Partai Demokrat bertajuk “Pengaruh Global Kemenangan Joe Biden, Khususnya Bagi Indonesia di Tengah Pandemi yang Belum Mereda”.

Webinar nasional ini diselenggarakan Departemen I Luar Negeri dan Keamanan Nasional DPP Partai Demokrat, dan dilaksanakan secara virtual di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/12), malam. 

“Kasus (Covid-19) per-hari ini dengan korban jiwa yang tidak sedikit tentunya membutuhkan segala daya upaya dari negara dan kita semua untuk menghadirkan solusi,” ujar Ketum AHY.

“Krisis ini adalah krisis ganda, pertama adalah kesehatan, yang kedua adalah ekonomi dan sosial yang menyertainya. Dua-duanya harus diselamatkan, kita harus menyelamatkan manusia dari krisis Covid 19 ini,” lanjutnya. 

Berangkat dari kondisi tersebut, Ketum AHY melihat adanya harapan dan optimisme untuk Indonesia sebagai negara yang menjadi bagian dari percaturan global dan dunia. Peluang tersebut muncul seiring terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS). 

Ketum AHY berpendapat di bawah sifat kepemimpinan Biden, pengaruh Geopolitik AS sebagai negara yang besar dan maju akan memiliki pengaruh baik terhadap iklim kerja sama antar negara di lingkup global.

“Saya gembira atas kemenangan Biden, karena empat tahun terakhir AS juga mengalami kemunduran terutama dalam hal demokrasi. Selain itu "Racial Injustice" juga terjadi di sana sini,” terang Ketum AHY. 

Baginya, AS selama empat tahun terakhir berubah menjadi negara yang ultra-nationalistic, hal tersebut menunjukkan adanya pergeseran semangat dan prinsip yang sebelumnya diperjuangkan. 

“Ini tentunya sangat berpengaruh terhadap dunia, termasuk Asia,” jelas Ketum AHY.

Ia kemudian menitikberatkan, bahwa dunia saat ini membutuhkan adanya kehadiran pemimpin di lingkup global yang memiliki semangat dan jiwa kepemimpinan untuk tak hanya memprioritaskan kepentingan nasionalnya, namun juga kepentingan dunia. Ketum AHY berharap Biden bisa menjadi sosok tersebut. 

“Kita berharap bahwa ke depan, Presiden Biden bersama dengan kabinetnya juga akan semakin fokus dan serius untuk menghadirkan kebijakan-kebijakan yang baik dan progresif untuk krisis ke depan,” kata AHY. 

“Ke depan kita berharap hubungan AS dan Indonesia juga semakin baik secara bilateral, AS juga bisa kembali menjadi teladan yang baik dan mudah-mudahan itu berdampak positif kepada Indonesia, baik dalam aspek politik, ekonomi, kesehatan, keamananan dan lain sebagainya,” terus Ketum AHY. 

Pembahasan webinar nasional yang dihadiri oleh sekitar 300 lebih peserta dari berbagai daerah ini, kemudian dilanjutkan oleh tiga pembicara.

Pembicara pertama adalah Wakil Menteri Luar Negeri ke-5, dan Dubes RI untuk AS periode 2010-2013 Dino Patti Djalal. Kedua, Pengamat Militer/Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie. Dan pembicara ketiga, mewakili Partai Demokrat, Kepala Deptartemen I luar Negeri dan Keamanan Nasional DPP-PD (Lukamnas), yang juga merupakan Anggota Komisi XI DPR-RI Didi Irawadi Syamsudin.

Pada sesi pertama, Dino Patti Djalal menyorot Biden sebagai pemimpin yang cakap dan berpengalaman dalam kebijakan dan hubungan luar negeri (pengalamannya menjadi senator berpuluh-puluh tahun dan juga sebagai wapres dua periode pada era Obama). 

Ia memprediksikan, di awal jabatannya, Biden akan membenahi penanganan penyebaran Covid-19 di negaranya yang sudah mencapai sekitar lebih dari 17 juta kasus. Dengan adanya skala prioritas ini, Dino menyarankan agar pihak Indonesia bisa membina hubungan lebih baik dari apa yang sudah dibangun sebelumnya.

”Penting sekali bagi Pak Jokowi untuk menelepon Biden untuk mencoba menjalin hubungan pribadi. Bukan hanya secara formal di kertas, namun perlu di telepon secara langsung sehingga ada pembicaraan khusus, dan akan menjadi awalan yang baik secara bilateral,” saran Dino. 

Dalam kesempatan itu pula, Dino menceritakan bahwa membangun dan membuka hubungan personal dengan Presiden lain merupakan salah satu kebiasaan yang sangat diprioritaskan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada masa jabatannya. 

Kemudian, sesi kedua yang diisi oleh Connie Rahakundini Bakrie, menyorot tentang langkah-langkah yang akan Biden lakukan dalam mengatasi Covid-19.

“Untuk Covid 19, Biden sebenarnya mengatasinya dengan berjanji akan mengeluarkan apapun yang diperlukan, yaitu memberikan pinjaman kepada usaha kecil dan juga memberikan proposal tambahan dua ratus dollar perbulan untuk jaminan sosial,” jelas Connie.

Ia menambahkan bahwa Biden juga akan membuka peluang ekonomi baru, dan memperkuat program tentang hak perawatan sosial, serta program penelusuran sebagai langkah yang perlu ditempuh dalam mengatasi Covid-19.  

Sementara pada sesi terakhir, Didi Irawadi Syamsyudin menyoroti betapa krusialnya bagi Indonesia untuk bisa memiliki persiapan yang matang dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang cukup kompleks. 

“Apakah endingnya bagus atau tidak, kita masih menunggu. Jadi Indonesia yang perlui dibenahi, pertama-tama kita harus mengalahkan virus Corona ini. Sampai hari ini, grafiknya jumlah peningkatan kasus semakin meningkat. Kita harus siapkan segala perangkat yang dapat menolong anak bangsa,” kata Didi.

Dengan tantangan global yang semakin bertambah, Didi juga menitikberatkan pentingnya bagi Indonesia ke depan untuk menjadi negara yang lebih mandiri.

Turut menghadiri webinar virtual ini antara lain, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Wakil Kepala Dept. Luar Negeri dan Keamanan Nasional DPP-PD Susilawati yang juga bertindak sebagai moderator,  jajaran pengurus mewakili DPP, DPD dan DPC Partai Demokrat, serta perwakilan mahasiswa.

Komentar

Loading...