Unduh Aplikasi

Agrowisata Kebun Melon, Sensasi Memetik Buah dari Ladang di Ujong Pancu

Agrowisata Kebun Melon, Sensasi Memetik Buah dari Ladang di Ujong Pancu
Pengunjung memetik langsung melon di kebun milik Syarifuddin, yang berada di jalan Ujong Pancu, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Foto: AJNN/Indra Wijaya

ACEH BESAR - Wabah pandemi covid-19 membuat sejumlah sektor usaha baik itu di bidang pertanian, wisata dan sektor usaha lainnya mengalami keterpurukan. Meski begitu, pandemi Covid-19 bukan berarti menjadi alasan untuk berhenti menjacari pundi-pundi rupiah.

Syarifuddin (55) salah satunya. Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, ia berhasil membuka lapangan pekerjaan kepada 20 orang pemuda yang kehilangan pekerjaan akibat virus yang berasal dari Cina itu.

Di jalan Ujong Pancu, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar, ia membuka lahan kebun melon seluas lima hektare. Di kebun miliknya, terdapat ribuan tanaman melon yang sudah siap panen.

Syarif mengaku, kebun melon itu sudah berjalan empat bulan setelah masa semai dan tanam. Dalam sekali panen jika ditotalkan mampu menghasilkan 20 ton melon segar.
"Kami bertahap panennya, sekali panen dapat 5000 butir buah melon," kata Syarif saat ditemui AJNN, Kamis (3/12/2020).

Selain memanfaat lahan itu sebagai perkebunan melon, ia juga membuka ladangnya untuk dijadikan lokasi agrowisata kepada pengunjung yang ingin melihat bagaimana proses petik dan tanam.

"Kami tidak pakek tiket, siapa saja pengunjung yang mau belajar silahkan. Kami tetap buka pintu," ujarnya.

Buah melon yang kaya dengan vitamin C untuk daya tahan tubuh ini sangat cocok dikonsumsi di tengah wabah virus corona. Jika harga di pasaran harus merogoh kocek Rp 15 ribu per kilonya, Syarif menjual hanya Rp 11 ribu saja.

"Kami mau semua orang bisa makan melon. Nggak perlu pakek biaya mahal. Masyarakat bisa langsung datang ke kebun dan langsung petik," ungkapnya.

Proses penjualannya juga langsung di kebun. Ia tidak memerlukan agen untuk menjual buah melon segar miliknya. Sebab, ia ingin masyarakat belajar bagaimana proses tanam melon ini. Bisnis tanaman buah segar seperti melon ini menurutnya sangat menggiurkan. Bahkan, dalam sebulannya ia mampu mendapat omzet jual hingga Rp25 juta per sekali panen. 

"Kami jual langsung di kebun. Karena kami buka selain untuk berladang, kita juga buat konsep agrowisata,” ungkapnya.

Tasya salah seorang pengunjung mengaku, sangat tertarik dengan konsep yang ditawarkan oleh Syarifuddin. Ia sangat senang dapat melihat langsung perkebunan melon milik Syarif.

"Keren tempatnya. Apalagi pengunjung diberi pilihan mau beli yang sudah dipetik atau mau langsung petik dari kebunnya, " kata Tasya.

Ia berharap konsep agrowisata perkebunan ini dapat didukung oleh pemerintah.

"Ya kita berharap konsep kayak gini bisa didukung. Apalagi saat pandemi sekarang ini. Konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C banyak diperlukan. Kita nggak perlu harus ambil barang dari luar daerah lagi," ujarnya.

|INDRA WIJAYA

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...