Unduh Aplikasi

Agenda Rutin Kebakaran Lahan

Agenda Rutin Kebakaran Lahan
ilustrasi: woo

KASUS kebakaran lahan di Aceh tidak boleh dianggap remeh. Di tengah kemarau yang menyebabkan sebagian besar lahan kering, membakar untuk membersihkan lahan adalah langkah yang sangat berisiko. Terutama di lahan gambut, tempat banyak masyarakat dan korporasi menanami pohon sawit.

Membakar untuk membersihkan lahan memang masih menjadi cara paling mudah ketimbang melakukannya dengan teknik lain. Dengan membakar, proses pembersihan memang menjadi lebih mudah dan murah. Namun hal ini juga memiliki dampak buruk.

Tindakan ini sangat merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat. Kebakaran lahan juga menghilangkan populasi banyak satwa dan mengganggu aktivitas masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut. Banyak peristiwa dalam lima tahun terakhir yang menjadi contoh buruknya dampak dari kebakaran lahan dan hutan.

Kondisi ini terus diperburuk dengan lemahnya penindakan terhadap para pembakar hutan. Negara memberikan ancaman hukuman penjara 12 tahun atau denda miliaran rupiah terhadap para pembakar hutan. Tidak hanya kepada satu individu. Ancaman ini juga berlaku bagi korporasi dan kelompok masyarakat yang terlibat.

Dengan memberikan hukuman kepada siapa saja yang membakar lahan, entah itu individu, kelompok masyarakat atau perusahaan, akan muncul kesadaran yang membuat para pembakar hutan harus berpikir panjang sebelum membakar lahannya.

Kita juga berharap agar seluruh elemen masyarakat menaruh perhatian terhadap lingkungan dan peristiwa kebakaran lahan. Namun tetap saja pemerintah dan aparat penegak hukum, sebagai lembaga yang diamanahi untuk mengawasi, perlu bekerja lebih serius. Agar kebakaran hutan tak terus menerus jadi "agenda rutin".

Komentar

Loading...