Unduh Aplikasi

Agar-agar Powder Expired Beredar pada Acara Posyandu di Lhokseumawe

Agar-agar Powder Expired Beredar pada Acara Posyandu di Lhokseumawe
Kemasan sachet Agar-agar Powder, Sparrow Brand made In Indonesia yang di manipulasi lebel masa pemakainnya.

LHOKSEUMAWE - Makanan sehat (Health Food) kemasan jenis agar-agar Powder Sparrow Brand made in Indonesia yang diperuntukkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lhokseumawe bagi balita Posyandu, beredar dalam kondisi sudah expired di tengah-tengah masyarakat dalam sepekan ini.

Makanan mati masa pemakain atau konsumsi tersebut ditemukan salah seorang kader Posyandu Kecamatan Banda Sakti, saat membagikan untuk balita.

"Agar-agar Powder sebagai asupan suplemen bagi balita itu kita ketahui sudah expired, kala seorang ibu balita mengembalikan lagi kepada kita," ujar Kader tersebut, Senin (19/8).

Menurutnya, dari awal pihaknya juga kurang memperhatikan di belakang kemasan sachet agar-agar tersebut, ada tanggal dan tahun masa expired sudah ditambal menggunakan keras lainnya.

"Modusnya dilakukan adala, masa expired pada tahun 2016 di tambal dengan kertas baru di atasnya, diganti dengan tahun 2022," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Lhokseumawe Asnawi mengaku, agar-agar Powder expired itu disalurkan Dinkes untuk Puskesmas dan kader Posyandu di empat Kecamatan dalam Kota Lhokseumawe, melalui rekanan.

Menurut Asnawi, agar-agar yang diperuntukkan untuk balita posyandu itu, diperoleh dari salah satu toko grosir di Pasar Inpres Lhokseumawe, sebagai rekanan distributor penyalur untuk agar-agar.

"Tapi saat ini, semua agar-agar powder bagi balita tersebut sudah kita tarik dari kader seluruh posyandu di empat kecamatan, dan kita kembalikan kepada toko grosir penyalur tersebut," ujar Asnawi kepada AJNN, Senin (19/8).

Asnawi menambahkan, suplemen bagi balita yang mengandung kalsium tersebut sempat dibagikan kepada sejumlah Posyandu di empat Kecamatan Lhokseumawe oleh pihak Dinkes.

"Setelah salah satu keder mengetahui ada kejanggalan dalam kemasan masa pemakaian langsung kita tarik dan kembalikan kepada penyalur, dan Dinkes akan memberikan sanksi kepada rekanan tersebut," pungkasnya.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...