Unduh Aplikasi

JUARA PEMILIHAN PUTRA PUTRI PARIWISATA ACEH 2019

Agam Aceh Barat dan Inong Banda Aceh

Agam Aceh Barat dan Inong Banda Aceh
Foto: Ist

BANDA ACEH - Agam Aceh Barat dan Inong Banda Aceh Risky-Farah akhirnya menjadi putra putri pariwisata nusantara Aceh 2019. Penobatan itu dilakukan di Hermes Palace hotel Rabu (11/9) malam. Oleh Kepala Dinas Pariwisata Aceh Jamaluddin dan Istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati.

Risky Abdullah Saidi asal Kabupaten Aceh Barat dan Farah Faizah dari Banda Aceh yang dinobatkan sebagai putra putri pariwisata nusantara (PPPN) di Aceh 2019, akan bertarung dalam pemilihan PPPN tingkat nasional, yang akan berlangsung pada 2020.

"Selamat kepada peserta yang terpilih sebagai putra putri pariwisata nusantara Aceh 2019," kata Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Jamaluddin, Rabu malam.

Pemilihan putra putri pariwisata nusantara tersebut bertemakan peran millenial Aceh menuju era industri pariwisata 4.0 dan menjadi harapan besar dalam aspek pembangunan khususnya industri pariwisata.

"Yang mana penguasaan teknologi dan media digital menjadi kunci terciptanya daya saing di pasar global, sehingga diperlukan peran dan aksi kita semua, khususnya milenial Aceh dalam mendukung industri pariwisata Aceh," katanya.

Selain itu untuk membangun citra positif tentang Aceh dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, perlu dilakukan berbagai kegiatan promosi yang bersifat atraktif, masif. juga memperkenalkan branding wisata Aceh The Light of Aceh atau Cahaya Aceh.

PPPN Aceh 2019, untuk kategori putra juara satu dimenangkan Risky Abdullah Saidi dari Aceh Barat, kemudian juara dua Muhammad Chairil Basyar dari Aceh Besar, dan juara tiga Muhammad Ulya Ifrad dari Aceh Selatan.

Sedangkan untuk kategori putri juara satu diperoleh Farah Faizah dari Banda Aceh, kemudian Syarifah Hudiya dari Aceh Barat Daya dan juara tiga Ulayya Albaradish dari Sabang.

Sementara itu, Plt Gubernur dalam pidato yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, mengatakan era industri pariwisata 4.0 salah satunya ditandai dengan hadirnya kiprah generasi millenial yang sangat aktif dan dinamis dalam menjalani kesehariannya. Anak-anak kita ini sangat cerdas, kreatif dan sangat cepat belajar, serta banyak yang menjadi pembawa pengaruh (influencer) terhadap orang lain.

"Pelibatan millenial di era industri pariwisata 4.0 ini adalah sebuah keniscayaan. Era Tourism 4.0 ini adalah sumber keunggulan kompetitif baru, yang harus kita kembangkan demi memajukan industri pariwisata Aceh di pasar global, dan ini semua membutuhkan sentuhan anak-anak muda Aceh yang cakap dan kreatif," ujarnya.

Menurutnya, Aceh membutuhkan sentuhan tangan-tangan terampil dari generasi millennial Aceh untuk mengangkat pesona alam dan budaya.

"Pesona Aceh perlu terus diperkenalkan dan dipromosikan melalui berbagai strategi marketing, salah satunya melalui semangat Go Digital yang semakin akrab dalam kehidupan kita sehari-hari."

Ia menambahkan, melalui semangat Go Digital, branding wisata Aceh sebagai destinasi wisata halal budaya terbaik dunia atau “World’s Best Halal Cultural Tourism Destination”. Aceh juga berhasil meraih Peringkat II sebagai destinasi wisata halal unggulan Indonesia tahun 2019 dari 10 Provinsi di Indonesia melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019.

"Keberhasilan ini adalah capaian kita bersama, khususnya generasi millennial Aceh, Pemerintah Aceh, serta stakeholder terkait dan masyarakat Aceh melalui semangat “Wonderful Indonesia” dan”The Light of Aceh.”

Pemerintah Aceh juga mengucapkan selamat kepada para Putra-Putri Nusantara Aceh dari berbagai wilayah, yang ikut serta dalam pemilihan tahun 2019 ini.

Nova juga meminta kepada putra-putri Pariwisata agar membantu Pemerintah Kabupaten/Kota mempromosikan potensi wisata di daerah masing-masing.

"Ananda semua harus menjadi Public Relation yang mampu membangun pencitraan positif tentang Aceh melalui pengalaman, pengetahuan dan talenta yang dimiliki, serta mampu menjadi “Agent of Change” dalam mempromosikan pesona wisata Aceh melalui media dan teknologi digital, yang pada akhirnya akan berdampak pada kemajuan ekonomi di daerah.

Selain itu, Nova juga mengatakan, putra putri Pariwisata harus menjadi mitra Pemerintah, khususnya dalam menangani tiga isu utama, yaitu anti korupsi, anti-hoax dan anti narkoba.

"Ketiga hal ini harus ditangani dengan cepat, karena menyangkut kemajuan negeri dan masa depan generasi muda."

Kemudian, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Ramadhani, M.Bus mengatakan, semangat Millenial Aceh sangatlah diperlukan, tidak hanya menciptakan event wisata, destinasi wisata dan TVC Wisata berbasis millineal, tapi juga untuk terus melakukan viralisasi pesona Aceh sebagai “Destinasi Wisata Halal Budaya Terbaik Dunia” dan “Destinasi Wisata Halal Unggulan Indonesia 2019.

Hal ini disampaikan Ramadhani pada Malam Penobatan Putra-Putri Pariwisata Nusantara (PPPN) Aceh 2019 di Hermes Hotel, Rabu 11 September 2019.

“Keberhasilan Aceh ini tidaklah diabadikan sebagai kemenangan saja. Sebaliknya, kemenangan ini harus dimanifestasikan dalam ragam aksi oleh Pemerintah, masyarakat dan “aneuk muda” Aceh sebagai digital volunteer untuk terus mempromosikan pesona wisata Aceh melalui media digital dalam rangka mendukung Aceh Hebat.”

Ia juga mengatakan, keberhasilan Aceh sebagai Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik perlu terus diwujudkan dalam berbagai aksi pembangunan, khususnya aksesibilitas, amenitas dan atraksi serta sertifikasi halal pada berbagai aspek pelayanan untuk menjamin kenyamanan wisatawan sesuai dengan motto “Pemulia Jamee Adat Geutanyo”.

“Untuk membangun pencitraan positif tentang Aceh dan meningkatkan kunjungan wisatawan, perlu dilakukan berbagai kegiatan promosi bersifat atraktif, masif dan targeted serta memperkenalkan branding wisata Aceh “The Light of Aceh” atau “Cahaya Aceh” dengan melibatkan seluruh pihak, khususnya Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh melalui semangat digital. “

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Kementerian Pariwisata RI dan komunitas lainnya terus menggelar berbagai atraksi wisata menarik yang terangkum dalam Calendar of Event (COE) Aceh 2019 sebagai bentuk komitmen kita untuk terus membangun pencitraan positif tentang Aceh sebagai destinasi wisata unggulan.

Ia menambahkan, Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 melalui berbagai tahapan pengujian dan evaluasi oleh Dewan Juri secara selektif dan objektif dan akan bersaing kembali secara Nasional dengan peserta nasional lainnya dari 33 provinsi se Indonesia tahun 2020.

Selama masa karantina, Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 juga dibekali dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman oleh beberapa narasumber dengan tema menarik sesuai dengan isu-isu kekinian, seperti Visi dan Misi Pemerintah Aceh, Marketing, Entrepreneurship dan IKM, Penanggulangan Narkoba dan Pasar Modal, Public Speaking dan Beauty Class.

Untuk Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2019, pihaknya telah mengirimkan sepasang putra putri millennial terbaik Aceh pada Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2019 di Jakarta atas nama Reza Tafta dan Afra Afra Widi Wardani.

Reza, putra Kabupaten Aceh Tenggara terpilih sebagai the Best National Costume 2019 bertema "Warung Kopi Gayo", karya Nabil Cartyn.

Sedangkan Afra Widi Wardani, putri Kota Lhokseumawe terpilih sebagai Juara Runner Up 3 atau Putri Agro Wisata Indonesia 2019 dan Best Presentation 2019 dalam ajang yang diikuti oleh putra putri terbaik nusantara 2019 yang disiarkan langsung tanggal 6 September 2019 di Jakarta.

Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara ini digelar oleh Yayasan El John Indonesia, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pengembangan talent dan pariwisata bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata.

ADV

Komentar

Loading...