Unduh Aplikasi

Adios Tengku Agam

Adios Tengku Agam
Ilustrasi: northlandscapes

USAI sudah cerita Irwandi Yusuf di Partai Nanggroe Aceh. Tengku Agam--sapaan Irwandi--terpaksa menelan pil pahit lainnya setelah Pengadilan Negeri Banda Aceh tidak menerima sepenuhnya gugatan Irwandi terhadap kepengurusan hasil kongres luar biasa partai yang menunjuk Samsul Bahri alias Tiyong sebagai ketua umum.

Sebelumnya, Irwandi ditahan atas tuduhan menerima suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia juga dituduh terlibat dalam sejumlah perkara korupsi di Badan Pengusahaan Kawasan Sabang yang melibatkan Izil Azhar, yang saat ini masih buron.

Penahanan ini memunculkan gejolak dari pengurus partai lain. Apalagi Irwandi malah menunjuk Darwati A Gani, istrinya, sebagai ketua harian partai. Lewat sebuah kongres luar biasa, Irwandi digulingkan dari kursi ketua umum partai. PNA menjadi objek tarik menarik kepentingan Irwandi dan Tiyong.

Bukan Irwandi kalau tak melawan. Sayang, perlawanan ini tak cukup kuat. Irwandi kalah dalam partai yang dia dirikan bersama sejumlah petinggi Gerakan Aceh Merdeka, 2007 lalu. Pengadilan menganggap permasalahan antara kubu Irwandi dan kubu Tiyong hanya bisa diselesaikan di jalur internal partai.

Tentu kita berharap agar petinggi dua kubu di PNA ini tidak salah memilih jalan. Karena sekecil apapun keputusan itu akan berdampak pada masa depan salah satu partai lokal di Aceh itu. Konflik ini jelas merusak stabilitas PNA yang pada pemilihan umum lalu berhasil meraih sejumlah kursi di dewan provinsi dan daerah. Bahkan tanpa konflik pun, para pengurus PNA perlu bekerja keras, bersama-sama, untuk membesarkan partai. 

Atau mungkin Irwandi perlu mengalah untuk memberikan kesempatan kepada rekan-rekan lain membesarkan PNA. Untuk sementara, selama menjalani proses hukum, Irwandi harus mengucapkan selamat tinggal kepada partai yang didirikannya.

Komentar

Loading...