Unduh Aplikasi

Adi Maros Angkat Bicara Masalah Prostitusi Online di Banda Aceh

Adi Maros Angkat Bicara Masalah Prostitusi Online di Banda Aceh
Adi Maros. Foto: Ist

BANDA ACEH - Ketua Aceh Human Foundation (AHF) Abdul Hadi Abidin atau Adi Maros angkat bicara terkait terungkapnya jaringan prostitusi online di Kota Banda Aceh.

Kasus prostitusi online via WhatsApp diungkap oleh Kepolisian Resort Kota Banda Aceh. Dalam kasus itu, aparat menangkap satu orang diduga mucikari alias germo beserta enam orang perempuan.

Adi Maros meminta kepada masyarakat untuk tidak terus menyudutkan para pelaku prostitusi itu. Karena mereka yang terjerumus ke dunia malam itu pasti ada alasan tersendiri.

"Kita harus tanyak dulu kenapa mereka menjual diri jadi PSK, tugas kita bagaimana membimbing mereka untuk menuju jalan yang benar," kata Adi Maros kepada AJNN, Selasa (24/10).

Pemerintah melalui dinas terkait harus mencari jalan keluar untuk menertibkan penyakit sosial yang sudah begitu parah di Aceh.

"Sebelumnya di Lhokseumawe juga terbongkar prostitusi online itu, kemudian di Banda Aceh. Ini kan sudah bisa dikatakan parah, karena Aceh dikenal dengan Syariah Islamnya," ujarnya. 

Menurutnya kalau penyakit sosial ini terus dibiarkan tanpa ada solusi yang baik, tidak tertutup kemungkinan kedepan Aceh semakin parah.

"Makanya tugas pemerintah harus tegas memberantas penyakit sosial ini," ujarnya.

Selain itu, ia meminta kepada pemerintah agar melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap hotel-hotel atau penginapan.

"Harus ada pengawasan yang ketat terhadap hotel-hotel, kalau bisa harus sering dilakukan razia-razia ke penginapan, ini salah satu solusi memberantas penyakit sosial itu," katanya.

Komentar

Loading...