Unduh Aplikasi

Ada Jokowi di Balik Moeldoko

Ada Jokowi di Balik Moeldoko
Ilustrasi: flare.

 KEMARIN negara ini disodorkan drama praktik pengambilan kekuasaan dengan cara paling kasar yang pernah ada di republik ini. Bukan di Bali, kongres luar biasa Partai Demokrat itu akhirnya digelar di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Adalah Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan, yang mencoba menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dengan orang-orang di dalam partai dan kader yang pernah menduduki posisi penting di partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono. Kemarin, mereka berkumpul di Sibolangit. 

Moeldoko mencoba masuk ke Partai Demokrat dengan cara yang sama sekali jauh dari sikap negarawan. Dia mengerahkan sejumlah orang untuk menggelar KLB Partai Demokrat. Dia juga memanfaatkan ketakutan Jhoni Allen Marbun yang posisinya bakal diganti di DPR RI karena terlibat dalam upaya pengambilalihan kekuasaan itu. 

Moeldoko bahkan berlaku seperti seorang pembajak pesawat dalam sebuah penerbangan. Bagi seorang yang berkedudukan sepenting Moeldoko, dengan rekam jejak sebagai bekas Panglima TNI, ini jelas sebuah sikap memalukan. 

Di awal-awal rencana KLB, DPP Partai Demokrat mengungkapkan keterlibatan Moeldoko dan kawan-kawan. Namun seperti tak punya beban, dia selalu mengelak, tuduhan pengurus DPP Partai Demokrat. Setelah langkahnya ketahuan, alih-alih mundur dan mengaku salah, Moeldoko malah menggencarkan serangan hingga akhirnya dia terpilih sebagai ketua umum dalam kongres abal-abal. 

Sengkarut ini sebenarnya tak perlu terjadi jika Presiden Joko Widodo bersikap tegas. Karena DPP Partai Demokrat telah mengirimkan surat kepada Jokowi meminta klarifikasi atas sikap Moeldoko tersebut. Namun Jokowi tak pernah menjawab surat itu. Dan Moeldoko terus menjalankan rencananya. 

Jokowi tak seharusnya diam. Meski berseberangan dengan Partai Demokrat, Jokowi harus memastikan bahwa arena pertempuran steril dari kecurangan-kecurangan sehingga demokrasi di Indonesia tetap berjalan seimbang. Dia seharusnya tetap bersikap sebagai kepala negara, bukan sekadar petugas partai. Sehingga tidak ada manuver politik tak beradab dalam mengambil alih kekuasaan sebuah partai politik. 

Apapun hasil yang diklaim orang sebagai kongres luar biasa Partai Demokrat itu harus diabaikan. Jokowi harus menyelamatkan demokrasi di Indonesia dengan tidak memberikan kesempatan kepada Moeldoko untuk terus mengobok-obok Partai Demokrat. Atau Jokowi akan dicap sebagai presiden paling buruk dalam sejarah politik di Indonesia.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...