Unduh Aplikasi

Bayi Derita Gizi Buruk, Raidin Didesak Evaluasi Kadis Kesehatan Agara

Bayi Derita Gizi Buruk, Raidin Didesak Evaluasi Kadis Kesehatan Agara
Ahmad Saleh Selian bayi yang menderita gizi buruk di Agara. Foto: AJNN/JAPAR

BANDA ACEH - Kasus bayi dengan gizi buruk bernama Ahmad Saleh Selian (7 bulan) anak pasangan Ahmad dan Sadimah warga Simpang Empat Lawe Bulan, Aceh Tenggara (Agara) mulai menjadi perhatian publik.

Bahkan pengamat kebijakan publik Aceh, Nasrul Zaman mengatakan derita yang dialami Ahmad Saleh Selian telah menohok pikiran waras masyarakat Aceh di tengah pendemi Covid-19 saat ini.

Nasrul Zaman yakin bahwa kasus Saleh ini adalah permukaan dari banyaknya kasus Ahmad Saleh lain yang ada di Agara atau bahkan di Aceh pada umumnya. Dirinya juga menyayangkan kasus tersebut baru diketahui setelah bayi tersebut menderita kekurangan gizi parah dan akut.

Baca juga: Bayi Penderita Gizi Buruk di Agara Butuh Uluran Tangan

"Kita harus pertanyakan bagaimana kinerja dinas kesehatan agara dengan Puskesmasnya," ujar Nasrul dalam wawancara dengan AJNN, Sabtu (7/11/2020) di Banda Aceh.

"Bukankah di setiap desa sudah ada petugas kesehatan, misalnya seorang Bidan dan Perawat? Mereka yang harus bisa memantau kondisi gizi bayi maupun Balita di desa masing-masing," kata Nasrul bertanya heran.

Kemunculan kasus ini menurut Nasrul menunjukkan kinerja pengelolaan kesehatan masyarakat di Agara amburadul dan Bupati harus mengevaluasi kepala dinas Kesehatan setempat.

Apalagi, tambah Nasrul, Gubernur Aceh sudah menerbitkan Pergub No.14 tahun 2018 tentang penanganan dan pencegahan stunting di Aceh yang mendorong adanya konvergensi kegiatan di seluruh daerah kabupaten/kota di seluruh Aceh.

Nasrul juga menyarankan akibat dari kasus Saleh ini Pemerintah Aceh harus segera mengaktifkan tracking Baduta dan balita stunting/gizi buruk se-Aceh untuk kemudian ditindaklanjuti dengan program - program strategis di APBA 2021 yang sedang dibahas.

"Ini adalah soal generasi Aceh di masa mendatang, jadi pemerintah tidak boleh abai dan lalai," pungkas.

Dalam berita sebelumnya, disebutkan seorang bayi laki - laki di Aceh Tenggara diduga mengalami gizi buruk. Bayi yang bernama Ahmad Saleh Selian ini merupakan anak kelima dari pasangan Ahmad dan Sadimah warga desa Simpang Empat Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara. 

Walaupun usia bayi tersebut sudah mencapai 7 bulan, akan tetapi kondisi fisiknya tampak berbeda dari bayi normal seumuran dengannya. Seharusnya berat badan bayi untuk anak laki - laki usia 7 bulan sesuai dengan buku Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah 7 -10 kg, dengan panjang sekitar 65 -73 cm. 

Orang tua Saleh Selian kepada AJNN mengatakan bahwa berat badan saat ini hanya 3,5 kg saat mereka menimbang anaknya. Bahkan saat dilahirkan dulu berat badan Saleh hanya 2 kg, sehingga terlihat pertumbuhan anak bungsunya ini terlihat sangat lambat. 

"Anak kami sejak lahir sudah sering sakit-sakitan, namun kami tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada biaya berobat," ujar Ahmad ayah dari Saleh Selian didampingi istri Sadimah kepada AJNN, Jum'at (6/11/2020) kemarin.

Komentar

Loading...