Unduh Aplikasi

Ada Agama Selain Islam dalam Raqan Dayah, Kadis: Ayat Itu Tak Ada Lagi

Ada Agama Selain Islam dalam Raqan Dayah, Kadis: Ayat Itu Tak Ada Lagi
Draf qanun tentang pendidikan dayah yang viral di Medsos

BANDA ACEH - Draf rancangan qanun tentang penyelenggaraan Pendidikan Dayah di Aceh beredar di media sosial (Medsos) beberapa hari ini, warganet mempertanyakan terkait dokumen itu, pasalnya dayah dari agama selain Islam juga masuk dalam draf tersebut.

Draf rancangan qanun Aceh tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah 2017 itu diusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), dan qanun ini juga masuk dalam program legislasi rancangan qanun prioritas 2018 nantinya.

Tertera dalam bagian kesatu dalam draf tersebut pada pasal 38 ayat 1 dijelaskan bahwa pendidikan dayah keagamaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 37 huruf b meliputi agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Khongfuchu.

Isi dalam pasal dan ayat itu menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat Aceh  di beberapa akun media sosial baik itu Facebook maupun Instagram.

Seperti yang dikutip dari postingan akun Facebook milik Yulinda Wati, ia mempertanyakan kebenaran dan keabsahan draf tersebut kepada Wakil Ketua II DPRA, Teuku Irwan Djohan.

"Sepertinya saya harus banyak bertanya ke bang Teuku Irwan Djohan I. Sepertinya ini qanun Badan Dayah. Apakah qanun ini ada masuk dalam pembahasan di DPRA.
Apakah benar seperti yang kolom garis merah itu, ada dayah lain selain di Agama Islam," tulis Yulinda Wati.

Postingan itu mendapat respon dari T Irwan Djohan, dalam komentarnya ia menjawab bahwa rancangan qanun ini masuk dalam Prolega Prioritas 2018 yang akan segera dibahas DPRA melalui komisi VII. Dan draf itu diserahkan oleh eksekutif kepada legislatif melalui dinas terkait, 

"Kalau enggak salah ingat, Rancangan Qanun ini masuk di dalam Prolega Prioritas 2018 yang akan segera dibahas oleh DPRA. Mungkin Komisi 7 DPRA yang akan membahas. Foto-foto di atas mungkin isi dari draft rancangan qanun itu yang diserahkan oleh eksekutif kepada legislatif, melalui Dinas (SKPA) terkait," jawab Irwan Djohan.

Dan dia juga mengaku belum melihat draf qanun tersebut, "Saya sendiri belum lihat draft-nya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Bustami Usman mengatakan ayat tersebut sudah tidak ada lagi dalam draf itu setelah dibahas oleh tim kajian akademik Fakultas Hukum Unsyiah.

"Itu draf paling awal, tapi setelah dibahas termasuk setelah dibahas oleh Tim Kajian Akademik FH Unsyiah ayat tersebut tidak ada lagi," kata Bustami Usman kepada AJNN, Minggu (21/1).

Bustami juga menyampaikan, saat ini draf itu sudah berada di biro hukum dan disana ayat mengenai dayah itu juga tidak ada lagi.

"Sekarang draf tersebut sudah ada di Biro Hukum, di Biro Hukum ayat tersebut juga tidak ada lagi," ujarnya.

Komentar

Loading...