Unduh Aplikasi

Ada 3.107 Pinjaman Online Ilegal, OJK: Masyarakat Harus Hati-hati

Ada 3.107 Pinjaman Online Ilegal, OJK: Masyarakat Harus Hati-hati
Ilustrasi Fintech pinjaman online atau kredit online ilegal. Foto: Modalrakyat.id

BANDA ACEH - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia mencatat saat ini ada sebanyak 3.107 pinjaman ilegal yang tersebar di sejumlah platform dan aplikasi media sosial.

Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan, OJK RI, Tongam L Tobi menyebutkan, banyak masyarakat menjadi korban akibat pinjaman online ilegal tersebut.

"Karena banyak juga dari masyarakat kita membutuhkan pinjaman online tersebut," kata Tongam saat diskusi waspada investasi ilegal di Kantor OJK RI Perwakilan Aceh, Banda Aceh, Kamis (8/4/2021)

Ciri-cirinya pun, kata Tongam sangat jelas, masyarakat ditawarkan dengan bunga yang kecil perharinya.

"Ini jadi masalah, misalnya masyarakat dikasih pinjaman Rp1 juta namun yang dikirim hanya Rp600 ribu saja. Dan penagihannnya dilakukan setiap hari," ungkapnya.

Selain itu juga masyarakat diminta waspada ketika masuk ke platform atau pinjaman online ilegal tersebut. Sebab kata Tongam, kebanyakan modusnya pengguna diminta memberikan akses kontak di smartphonenya.

"Itu harus hati-harus. Jadi ketika kita tidak bayar dia akan buat grup WhatsApp misalnya, dan melakukan intimidasi ke kita dan meneror kita sepanjang waktu," jelasnya.

"Yang jadi masalah bukan pinjaman onlinenya. Tapi intimidasi dan pelecehan yang diberikan. Itu banyak laporan yang kita terima dari masyarakat," tegasnya.

Selain kata Tongam, banyak aplikasi pinjaman online di Play Store dengan menyertakan logo OJK dan Kominfo. Ia memastikan bahwa aplikasi tersebut ilegal.

"Karena kalau sistem Koperasi Simpan Pinjam (KSP) online itu sistemnya khusus untuk internal saja. Tidak terbuka untuk umum," ujarnya.

Meski begitu kata Tongam, tak semua aplikasi pinjaman online itu buruk. Pihaknya mencatat setidaknya ada 146 aplikasi pinjaman online yang legal tercatat di OJK.

"Artinya tidak semua agen pinjaman online itu tidak baik. Pinjaman online itu sendiri pada dasarnya ketika masyarakat butuh pinjaman uang, dia tidak dilayani oleh penguna jasa keuangan. Pinjaman online juga bisa jadi solusi," pungkasnya.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...